Desak Made Raih Perunggu Speed World Climbing Wujiang 2026
- 11 Mei 2026 02:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Desak Made Rita Kusuma Dewi meraih medali perunggu nomor speed World Climbing Series Wujiang.
- Wakil Indonesia nomor putra gagal menyumbangkan medali setelah terhenti sebelum semifinal pertandingan
- Tim pelatih menilai seri Wujiang membuka evaluasi penting menghadapi persaingan speed internasional berikutnya.
RRI.CO.ID, Wujiang - Atlet panjat tebing Indonesia Desak Made Rita Kusuma Dewi meraih medali perunggu nomor speed, Minggu, 10 Mei 2026. Desak memastikan podium World Climbing Series Wujiang, Tiongkok, setelah mengalahkan Natalia Kalucka pada perebutan peringkat ketiga.
Medali Desak diraih, setelah menorehkan catatan 6,17 detik. Ia mengungguli Natalia Kalucka dari Polandia yang membukukan waktu 6,39 detik.q
Sebelumnya, Desak mengalahkan rekan senegarannya Rajiah Salsabillah dan Isis Rothfork dari Amerika Serikat. Sayangnya terhenti saat menghadapi Aleksandra Kalucka dari Polandia di semifinal.
Rajiah tersingkir setelah Desak mencatatkan waktu 6,36 detik dalam pertandingan putaran 16 besar final. Selanjutnya Desak mampu menundukkan atlet Amerika Serikat, Isis Rothfork, meskipun kehilangan momentum mendekati garis finis.
Sementara itu, medali emas diraih Aleksandra Kalucka dari Polandia. Sedangkan medali perak diraih Elizaveta Ivanova dari Atlet Netral Perorangan (AIN).

Seusai pertandingan, Desak Made pun mengaku kurang puas dengan hasil yang di raih dalam seri ini. Ia menyadari seharusnya mampu lebih maksimal,untuk meraih emas.
"Ini bukan hasil terbaik. Tapi, apa pun harus saya syukuri dan jadi bahan evaluasi," ujar Desak dalam keterangan kepada RRI.co.id , usai meraih medali di World Climbing Series Wujiang, Tiongkok, Minggu, 10 Mei 2026
Berikutnya, nomor speed putra, tim Indonesia belum menghadirkan medali. Hasil kurang beruntung dirasakan, setelah seluruh wakil merah putih, tak mampu mencapai semifinal pertandingan.
Dalam putaran final, Raharjati Nursamsa langsung bertemu dengan rekan senegara yakni Kiromal Katibin di 16 besar. Kedua atlet menunjukkan persaingan yang sengit.
Namun, Raharjati berhasil unggul dengan catatan waktu 4,77 detik. Sedangkan Kiromal Katibin gagal menyentuh finishing pad.
Namun serupa dirasakan Raharjati yang terhenti di babak delapan besar, saat menghadapi Long Jianguo dari Tiongkok. Raharjati fall setelah terpeleset di dekat garis finis.
Nasib serupa dialami Veddriq Leonardo. Ia berhasil melaju ke delapan besar setelah mengalahkan Hryhorii Ilchyshyn dari Ukraina.
Namun sayangnya, Veddriq mengalami fall saat sudah mendekati garis finis. Ketika menghadapi Samuel Watson dari Amerika Serikat.
Sementara, langkah Aditya Tri Syahria harus terhenti di 16 besar, setelah gagal mengalahkan Aphiwit Limpanichpakdee dari Thailand. Aditya sempat kehilangan momentum dan hampir terpeleset dekat garis finis namun, akhirnya mampu mencatatkan waktu 7,00 detik.
Di nomor putra, medali emas diraih Zhao Yicheng dari Tiongkok, perak diraih Long Jianguo dari Tiongkok. Sedangkan 1perunggu diraih Samuel Watson dari Amerika Serikat.
Melihat hasil ini, tim pelatih mengaku akan terus melakukan pembenahan. World Climbing Series di Wujiang ini dinilai benar-benar membuka mata sebagai pekerjaan rumah dan harus dibenahi.
Asisten Pelatih Speed Fitriyani mengatakan seri Wujiang memberikan gambaran jelas peta persaingan yang semakin ketat di nomor speed. "Kami akan terus berbenah karena seri Wujiang ini benar-benar memberi gambaran tentang pekerjaan rumah kami di Pelatnas," kata Fitriyani.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....