Indonesia dan Brunei Darussalam Perkuat Kerja Sama Pencak Silat
- 06 Mei 2026 01:21 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menpora Erick Thohir dan Menteri Dato Nazmi Mohamad membahas penguatan kolaborasi internasional olahraga pencak silat di Bali.
- Pemerintah Brunei Darussalam menyatakan minatnya untuk mendatangkan tenaga pelatih pencak silat dari Indonesia demi peningkatan kualitas atlet.
- Brunei Darussalam berminat menjadi tuan rumah kejuaraan pencak silat serta membuka peluang kerja sama penyelenggaraan bersama wilayah Kalimantan.
RRI.CO.ID, Bali - Menpora Erick Thohir menemui Menteri Brunei Dato Nazmi Mohamad guna membahas penguatan kolaborasi pencak silat internasional. Pertemuan tersebut berlangsung saat Southeast Asia Ministerial Meeting on Youth and Sports (SEAMMYS) 2026, Senin, 4 Mei 2026.
Indonesia menyambut baik minat Brunei Darussalam dalam rangka meningkatkan kompetensi sekaligus memajukan warisan bela diri asli ke dunia. Agenda diplomasi kebudayaan dan olahraga kedua negara tersebut berlangsung di The Meru Hotel, Bali.
Pemerintah Brunei Darussalam memiliki ambisi besar untuk meningkatkan kualitas prestasi atlet nasional melalui pertukaran ilmu kepelatihan. Visi besar tersebut selaras dengan keinginan Presiden Prabowo Subianto untuk menyebarkan kearifan budaya Indonesia ke kancah global.
“Pertemuan bilateral dengan Brunei Darussalam memang sangat menarik, karena mereka benar-benar memiliki ketertarikan dan komitmen tinggi untuk mempelajari, mengembangkan bahkan sampai menjadi tuan rumah ajang pencak silat. Tentu menjadi kebanggaan bagi kita, bahwa olahraga asli Indonesia semakin banyak peminatnya, sesuai dengan harapan kita dan arahan Bapak Presiden Prabowo bahwa pencak silat yang melambangkan kekuatan dan kekayaan budaya kita ini harus kita bawa mendunia,” ujar Menpora Erick.
"Indonesia tentu menyambut baik kolaborasi dan komunikasi yang dibangun Brunei, kita juga akan tindak lanjuti hasil pertemuan ini. Inilah bukti bahwa olahraga bukan sekedar pertandingan, namun penguat dan perekat hubungan persaudaraan antarnegara," katanya.
Skema kerja sama mencakup penyediaan tenaga instruktur ahli yang berasal dari federasi bela diri resmi tingkat pusat Indonesia. Penugasan pelatih tersebut diharapkan dapat mendongkrak performa sekaligus kecakapan teknik dasar para pesilat asal negara Brunei Darussalam.
Menteri Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Brunei Darussalam Dato Nazmi Mohamad menegaskan kesediaan negaranya mendukung turnamen pencak silat. Kerja sama itu melibatkan banyak elemen teknis termasuk pengelolaan infrastruktur modern demi suksesnya penyelenggaraan event olahraga resmi.
“Brunei berharap dapat menjadi hosting country untuk perhelatan pencak silat. Bisa kolaborasi co-host misalkan Brunei dengan Kalimantan,” ujarnya.
Kesepakatan awal ini menjadi jembatan perdamaian serta persahabatan kokoh antara dua negara rumpun Melayu masa depan. Upaya pengenalan bela diri akan dilakukan melalui pendekatan diplomasi modern sehingga menarik minat generasi muda pada pasar global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....