LavAni Tundukkan Bhayangkara Presisi di Leg Pertama Grand Final Proliga 2026

  • 25 Apr 2026 10:44 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • LavAni menang 3-1 atas Bhayangkara pada leg pertama Grand Final Proliga 2026.
  • LavAni hanya butuh satu kemenangan lagi untuk mengunci gelar juara.
  • Bhayangkara harus memenangkan dua laga tersisa untuk mempertahankan gelar.

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Jakarta LavAni Livin' Transmedia meraih kemenangan penting pada leg pertama Grand Final Proliga 2026. Mereka menundukkan Jakarta Bhayangkara Presisi dengan skor 3-1 di GOR Amongrogo, Jumat, 24 April 2026.

LavAni kini hanya membutuhkan satu kemenangan tambahan untuk memastikan gelar juara musim ini. Pertemuan penentuan tersebut akan berlangsung pada leg kedua, Sabtu, 25 April 2026.

Sebaliknya, Bhayangkara Presisi wajib menyapu bersih dua laga tersisa demi mempertahankan gelar juara yang diraih musim lalu. Tekanan besar kini berada di kubu Rendy Tamamilang dan rekan-rekan tersebut.

Sejak set pertama, LavAni langsung menurunkan komposisi terbaik mereka. Kolaborasi Dio Zulfikri dengan deretan spiker mumpuni mampu memberi tekanan konstan kepada lawan.

Bhayangkara Presisi mencoba mengimbangi melalui serangan Bardia Saadat dan Martin Atanasov. Kedua tim saling kejar angka dengan ketat hingga pertengahan set.

LavAni akhirnya mengamankan set pertama berkat pertahanan solid di depan net. Mereka menutup set tersebut dengan kemenangan 25-22.

Pada set kedua, Bhayangkara meningkatkan intensitas permainan dan mengambil alih inisiatif serangan. Rendy Tamamilang dan Agil Angga tampil efektif membongkar pertahanan lawan.

Pengaturan tempo dari Nizar Zulfikar membuat barisan bloker LavAni kesulitan mengantisipasi serangan. Bhayangkara menyamakan kedudukan setelah menang 25-22 pada set kedua.

Memasuki set ketiga, LavAni tampil lebih agresif dan disiplin dalam setiap serangan. Servis tajam Taylor Sander kerap menghasilkan poin langsung bagi timnya.

LavAni memanfaatkan kelemahan koordinasi lini belakang Bhayangkara dengan sangat efektif. Mereka menutup set ketiga dengan skor meyakinkan 25-16.

Pada set keempat, LavAni menjaga dominasi dan tidak memberi ruang bagi lawan untuk berkembang. Mereka sempat unggul jauh sebelum akhirnya menutup laga dengan kemenangan 25-18.

Asisten pelatih LavAni, Erwin Rusni, menilai timnya tampil solid pada awal pertandingan, sebelum performanya turun pada set kedua. "Banyak kesalahan sendiri yang dilakukan anak-anak," ujarnya.

Sementara itu, pelatih Bhayangkara, Reidel Toiran, mengakui timnya hanya mampu bersaing pada dua set awal. "Kita mampu memberikan perlawanan hanya dua set, setelah itu set ketiga dan keempat kita kalah," katanya.

Kapten Bhayangkara, Nizar Zulfikar, menegaskan timnya segera beralih fokus ke laga berikutnya. "Kita sekarang berpikir pertandingan ke depan," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....