Indonesia–Prancis Perkuat Kerja Sama Strategis Lewat Olahraga

  • 16 Apr 2026 23:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia dan Prancis terus memperkuat kerja sama strategis melalui sektor olahraga sebagai bagian kemitraan bilateral jangka panjang
  • Duta Besar Prancis untuk Indonesia Fabien Penone menyampaikan, kerja sama ini agian dari upaya memperkuat hubungan bilateral kedua negara
  • Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menegaskan, pendekatan sport diplomasi memperkuat kerja sama internasional, sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mendorong kolaborasi global melalui olahraga

RRI.CO.ID, Jakarta – Indonesia dan Prancis terus memperkuat kerja sama strategis melalui sektor olahraga sebagai bagian kemitraan bilateral jangka panjang. Kolaborasi ini menjadi langkah konkret mempererat hubungan kedua negara di berbagai bidang pembangunan dan pengembangan sumber daya manusia.

Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral kedua negara. “Indonesia adalah partner prioritas bagi Prancis, dan kami ingin memperkuat hubungan itu di berbagai bidang,” ucap Penone di Institut Prancis, Jakarta Pusat pada Rabu, 15 April 2026.

"Olahraga adalah salah satu pilar penting dari kerja sama strategis ini antara Indonesia dan Perancis. Olahraga menjadi objek yang mulai kami kembangkan, menyusul penyelenggaraan Olimpiade dan Paralimpiade Paris 2024," ujarnya.

Menurut Penone, momentum penguatan hubungan kedua negara semakin terlihat dalam beberapa tahun terakhir. "Tahun lalu merupakan momen yang sangat penting, dengan kunjungan Presiden Macron ke Indonesia dan kunjungan Presiden Prabowo ke Paris," kata Panone.

Penone juga menyinggung kesepakatan visi bersama bertajuk Horizon 2050 sebagai arah hubungan jangka panjang. Ia menyatakan kesepakatan tersebut menjadi dasar dalam memperluas kerja sama di berbagai sektor strategis termasuk olahraga.

“Olahraga adalah salah satu pilar penting dari kerja sama strategis ini antara Indonesia dan Prancis,” ucapnya. Ia menambahkan kerja sama olahraga terus dikembangkan seiring keberhasilan penyelenggaraan Olimpiade Paris 2024.

Dalam implementasinya, kerja sama olahraga tidak hanya berfokus pada sepak bola. Penone menjelaskan kolaborasi juga mencakup cabang lain seperti berkuda, renang, hingga rencana pengembangan surfing.

"Kerja sama kami akan meliputi berbagai cabang olahraga, termasuk berkuda, renang, dan ke depan surfing," ujar Panone. Ia menegaskan komitmen Prancis untuk terus memperluas kolaborasi olahraga dengan Indonesia.

Meski demikian, Penone menegaskan sepak bola tetap menjadi inti dalam kerja sama kedua negara. Ia menyebut berbagai program konkret telah dijalankan bersama PSSI untuk mengembangkan talenta muda Indonesia.

"Sepak bola adalah inti dari kerja sama kami, dan kami telah mengembangkan proyek konkret dengan Federasi Indonesia," ujar Panone. Ia menambahkan program tersebut mencakup pembinaan pemain muda laki-laki dan perempuan.

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora RI), Erick Thohir menegaskan, pentingnya pendekatan sport diplomasi. Kerja sama ini tidak hanya memperkuat kerja sama internasional, namun sejalan dengan kebijakan pemerintah, yaitu kolaborasi global melalui olahraga.

"Presiden Macron punya payung sport diplomasi, dan kami di Kemenpora juga mendorong banyak program melalui pendekatan tersebut," ujar Erick. Ia menegaskan olahraga menjadi sarana strategis dalam membangun hubungan antarnegara.

Erick menambahkan pemerintah Indonesia saat ini telah memetakan sejumlah cabang olahraga prioritas untuk dikembangkan. Salah satu negara yang menjadi fokus kerja sama dalam pengembangan tersebut adalah Prancis.

"Kami sudah memiliki fokus 21 cabang olahraga yang sedang dipetakan untuk kerja sama, salah satunya dengan Prancis," kata pria yang juga Ketua Umum PSSI itu. Ia berharap kolaborasi ini dapat meningkatkan kualitas atlet dan ekosistem olahraga nasional.

Kerja sama PSSI dan Kedutaan Besar Prancis untuk sepak bola tidak hanya berfokus pada pengembangan atlet putri sejak usia dini. Kerja sama ini juga menyangkut pembinaan Sumber Daya Manusia (SDM) sepak bola nasional seperti pelatihan bagi para pelatih wanita.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....