LavAni ke Grand Final Proliga 2026 usai Sapu Bersih Garuda Jaya

  • 12 Apr 2026 16:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • LavAni menang telak 3-0 atas Garuda Jaya di GOR Sritex Arena, Solo.
  • Hasil itu memastikan LavAni melaju ke grand final Proliga 2026.
  • Meski kalah, Garuda Jaya tetap mendapat apresiasi karena menunjukkan perkembangan permainan.

RRI.CO.ID, Solo – Jakarta LavAni Livin' Transmedia memastikan tiket grand final setelah menundukkan Jakarta Garuda Jaya di Solo. LavAni menang meyakinkan tiga set langsung dengan skor 25-19, 25-21, 25-18.

Laga putaran kedua Final Four Proliga 2026 tersebut berlangsung di GOR Sritex Arena, Sabtu, 11 April 2026. Tim besutan David Lee itu tampil dominan sejak awal hingga akhir pertandingan.

LavAni langsung memainkan susunan terbaik sejak set pertama dimulai. Dio Zulfikri mengatur serangan, sementara Taylor Sander dan Boy Arnes menjadi andalan.

Garuda Jaya sempat memberi tekanan lewat Dawuda dan Fauzan Nibras. Namun, LavAni menjauh pada pertengahan set dan merebut set pertama 25-19.

Pada set kedua, LavAni melakukan rotasi dengan memasukkan Sigit Ardian dan Dafa. Perubahan itu tetap efektif menjaga ritme permainan tim.

Garuda Jaya sempat memangkas selisih menjadi 21-24 pada poin penting. Namun, blok Malizi menghentikan momentum lawan dan menutup set kedua 25-21.

Set ketiga berjalan lebih kompetitif sejak awal. Garuda Jaya sempat menyamakan skor 5-5 sebelum LavAni kembali unggul 7-5.

Dua time out Garuda Jaya sempat membuat kedudukan imbang 9-9. Namun, servis dan serangan cepat Hendra Kurniawan membawa LavAni menjauh 15-10.

Sebuah servis eror dari Dawuda di poin krusial menjadi titik balik bagi LavAni. Tim milik Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono, itu akhirnya menutup set ketiga dengan skor 25-18.

Kemenangan ini menjadi modal penting bagi LavAni untuk menatap laga selanjutnya di sisa seri Final Four pekan depan. Di sisi lain, meski kalah, Grauda Jaya menunjukkan progres permainan yang signifikan.

Usai laga, pelatih Garuda Jaya, Nur Widayanto, mengatakan kelemahan timnya ada pada receive dan blok. Meski gagal menang, ia mengakui bahwa skuad asuhannya bermain cukup baik.

“Kalau servis kami tidak ada masalah. Tapi hari ini melawan LavAni, anak-anak bisa tampil cukup baik,” ujar Widayanto.

Sementara itu, asisten pelatih LavAni, Erwin Rusni, mengaku sengaja menurunkan semua pemain lokal. “Ini bukan berarti meremehkan lawan, ini hanya masalah rotasi saja,” kata Erwin.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....