Presiden Prabowo Pamit dari Ketua Umum PB IPSI pada Munas XVI
- 12 Apr 2026 02:18 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum PB IPSI karena fokus menjalankan tugas sebagai Presiden.
- Munas XVI IPSI di Jakarta menjadi momentum penting untuk mendorong pencak silat masuk dalam cabang olahraga pada ajang Olimpiade.
- Indonesia telah berhasil membuktikan prestasi sebagai juara umum pada kejuaraan pencak silat tingkat dunia di Abu Dhabi serta Melaka.
RRI.CO.ID, Jakarta - Musyawarah Nasional XVI Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) menetapkan nakhoda baru pada Sabtu, 11 April 2026. Kegiatan nasional tersebut berlangsung dengan mengusung tema besar "Pencak Silat mendunia untuk menuju ajang paling bergengsi Olimpiade".
Ketua Umum Pengurus Besar (PB) IPSI 2021-2025 Presiden Prabowo Subianto berpamitan kepada seluruh pengurus. Ia tidak lagi bersedia melanjutkan jabatan demi menjalankan tugas besar untuk bangsa serta negara.
"Hari ini bagi saya hari yang penuh kebahagiaan dan penuh kehormatan. Hari ini saya terhitung telah mengabdi di Pencak Silat selama 34 tahun," ujar Ketum PB IPSI masa bakti 2021-2025 Jenderal TNI Purn. Prabowo Subianto.
Dia menyatakan izin tidak lanjut memimpin PB IPSI lantaran sudah memegang tanggung jawab kebangsaan yang sangat menyita waktu. Ia berjanji tetap mendukung pembinaan seni bela diri meskipun tidak lagi duduk sebagai pimpinan tertinggi organisasi itu.
"Saya menyatakan bahwa saya mohon izin untuk tidak lanjutkan sebagai Ketum PB IPSI karena saya sudah mengemban tugas kebangsaan yang menyita waktu saya. Pembinaan IPSI akan lebih dahsyat lagi," ujarnya.
Menurutnya, olahraga pencak silat merupakan bagian budaya asli dan ilmu kesatria yang harus dijaga serta dilestarikan. Ia menegaskan bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati budayanya sendiri sebagai cerminan kepribadian luhur rakyat Indonesia.
"Kehadiran Bapak Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia menjadi kebanggaan sekaligus catatan sejarah bagi masyarakat olahraga pencak silat dan olahraga Indonesia secara umum," ujar Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Marciano Norman.
Implementasi visi pembangunan Asta Cita keempat diharapkan mampu memberikan peningkatan prestasi nyata pada ajang olahraga internasional. Institusi KONI Pusat meyakini target Pencak Silat Goes to Olympic bisa terwujud.
"KONI Pusat bersama seluruh anggota berkomitmen untuk terus mendorong pencapaian prestasi yang membanggakan bagi Indonesia. KONI Pusat juga meyakini bahwa cita-cita besar Pencak Silat Goes to Olympic dapat terwujud melalui penguatan sosialisasi dan pembinaan di berbagai negara, dengan dukungan diplomasi internasional yang berkelanjutan," kata Marciano.
Atlet nasional meraih juara umum World Pencak Silat Championship 2024 di Abu Dhabi dengan mengoleksi 23 keping medali prestasi. Kontingen nasional juga membawa pulang predikat juara umum SEA Games Thailand 2025 dengan meraih total empat medali emas.
Prestasi lainnya yakni juara umum World Pencak Silat Championship 2022 di Melaka dengan perolehan sebelas keping medali emas. Pengurus silat nasional tersebut kini mencetak dominasi besar pada ajang internasional bergengsi Junior World Pencak Silat Championship 2024.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....