Bidik Juara Umum, KONI DKI Lakukan Pendataan 700 Calon Pelatda jelang PON 2028

  • 10 Apr 2026 07:41 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • KONI DKI Jakarta mendata 700 calon Pelatda untuk PON 2028 di NTT dan NTB.
  • Pendataan mencakup rekam prestasi dan kondisi kesehatan atlet serta pelatih.
  • Hasil analisis menjadi dasar pembinaan untuk mengejar target juara umum pada PON 2028.

RRI.CO.ID, Jakarta – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DKI Jakarta mendata 700 calon tim pelatihan daerah (Pelatda), Kamis, 9 April 2026. Langkah ini dilakukan untuk menilai prestasi dan kesehatan sebagai dasar pembinaan atlet unggulan.

Pendataan berlangsung di Lantai 4, Gedung KONI, Jalan Tanah Abang I, Jakarta Pusat. Peserta terdiri dari pelatih, asisten pelatih, serta atlet berbagai cabang olahraga.

Data yang terkumpul akan dianalisis oleh KONI DKI Jakarta secara menyeluruh. Hasilnya menjadi rujukan Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) serta pengembangan berbasis Ilmu Pengetahuan & Teknologi (IPTEK).

Ketua Umum KONI DKI Jakarta, Prof. Dr. Hidayat Humaid, M.Pd., menegaskan pentingnya proses pendataan tersebut. Ia menyebut pendataan bertujuan menelusuri rekam jejak seluruh atlet menuju PON 2028 di NTT dan NTB.

Prof. HH, sapaan akrab Hidayat Humaid, meminta seluruh elemen tim menjaga komitmen dalam membawa nama Jakarta. Upaya tersebut diarahkan untuk bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

Ia juga mengaku Jakarta mendapat tugas berat dari Gubernur Pramono Anung dan DPRD di PON NTT dan NTB. "Target kita juara umum, insya Allah dengan kekompakan tim, cita-cita menjadi juara umum bisa terwujud," ujarnya.

Profesor bidang olahraga Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini menambahkan, KONI DKI Jakarta terus melakukan kolaborasi dengan semua pihak. "Karena untuk mewujudkan prestasi itu harus didukung semua pihak dan bukan hanya KONI," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum I KONI DKI Jakarta, Fatchul Anas, menjelaskan jadwal kegiatan. Pendataan berlangsung selama empat hari dari Selasa hingga Jumat (7-10 April 2026) dengan dua sesi harian.

"Untuk sesi pertama pukul 10.00 WIB dan sesi kedua pukul 13.00 WIB. Setelah pendataan, maka dilakukan verifikasi, selanjutnya dilakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS)," ujar Anas.

Anas menilai kegiatan ini menjadi langkah awal menuju persiapan PON mendatang. Analisis dan evaluasi akan terus dilakukan secara berkala untuk mendapatkan atlet berkualitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....