Mengenal Tiga Jenis Permukaan Lapangan Tenis dan Karakternya

  • 07 Apr 2026 21:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Tenis dapat dimainkan di berbagai permukaan, mulai dari rumput, tanah liat, hingga permukaan keras.
  • Setiap permukaan lapangan tenis memengaruhi kecepatan, pantulan bola, dan strategi permainan.
  • Lapangan keras paling praktis, tetapi berisiko lebih besar terhadap cedera pemain.

RRI.CO.ID, Jakarta – Tenis dapat dimainkan di berbagai permukaan, mulai dari rumput, tanah liat, hingga permukaan keras. Setiap permukaan memiliki keuntungan dan tantangannya masing-masing yang dapat memengaruhi permainan seseorang.

Lapangan rumput dikenal menghadirkan permainan cepat dengan bola yang meluncur lebih kencang. Permukaan licin rumput yang diatur setinggi delapan milimeter membantu akselerasi bola.

Petenis Italia, Jannik Sinner, berlaga di atas permukaan lapangan rumput pada turnamen Wimbledon 2025 (Foto: atptour.com)

Secara historis, lapangan rumput pernah menjadi standar turnamen tenis besar dunia, seperti US Open dan Australian Open. Kini, Wimbledon menjadi satu-satunya turnamen Grand Slam yang sepenuhnya memakai lapangan rumput.

Lapangan rumput memiliki kelemahan berupa pantulan bola yang lebih rendah dibandingkan dengan permukaan lainnya. Perawatan rumput juga cenderung mahal, memakan waktu, dan mudah terganggu oleh hujan.

Rafael Nadal merayakan gelar ATP Masters 1000 pertamanya di turnamen Rolex Monte-Carlo Masters 2005 (Foto: atptour.com)

Berbeda dengan rumput, lapangan tanah liat menghasilkan pantulan lebih tinggi dan lambat. Turnamen Grand Slam French Open atau Roland-Garros telah menggunakan permukaan ini sejak 1928.

Petenis legenda asal Spanyol, Rafael Nadal, dikenal sebagai “Raja Lapangan Tanah Liat”. Ia telah memenangkan total 63 gelar di atas permukaan lapangan tersebut.

Lapangan tanah liat tersusun dari hancuran batu, bata, atau serpihan. Permukaan kasarnya membantu menghasilkan putaran bola yang lebih besar saat reli berlangsung.

Meski demikian, lapangan tanah liat membutuhkan perawatan rutin seperti penyiraman. Tanpa perawatan konsisten, permukaan mudah mengering dan sulit digunakan dengan aman.

Carlos Alcaraz melakukan selebrasi usai memenangkan pertandingan di atas lapangan keras US Open 2025 (Foto: atptour.com)

Sementara itu, lapangan keras dibuat dari lapisan sintetis di atas beton atau aspal. Permukaan ini lebih mudah dirawat dan memberikan pantulan bola yang lebih konsisten.

Lapangan keras dalam ruangan menghilangkan gangguan cuaca seperti hujan dan angin. Namun, permukaan keras dapat meningkatkan risiko cedera bagi pemain profesional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....