Timnas Panjat Tebing Indonesia Siap Hadapi Kejuaraan Asia 2026
- 04 Apr 2026 01:21 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- FPTI memastikan atlet Timnas Panjat Tebing Indonesia siap berlaga di World Climbing Asian Championship Meisan 2026.
- Sejumlah persiapan telah dilakukan salah satunya meningkatkan fisik dan mental para atlet.
RRI.CO.ID, Kota Bekasi - Atlet Tim Nasional Panjat Tebing Indonesia siap mengikuti ajang olahraga di Tiongkok pada April mendatang. Mereka akan bertanding dalam ajang World Climbing Asian Championship Meisan 2026 yang digelar 8 April 2026.
Turnamen tersebut rencananya akan berlangsung selama lima hari hingga penutupan pada tanggal 12 April 2026. Sebanyak 16 atlet unggulan akan berlaga untuk meraih prestasi dan mendapatkan tiket resmi Asian Games 2026.
Pelatih Panjat Tebing Disiplin Speed Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Galar Pandu Asmoro mengonfirmasi kesiapan atlet binaannya. Fokus latihan utama atlet meliputi penguatan daya tahan fisik sekaligus pembinaan kematangan mental agar mampu menghadapi lawan.
"Kita melakukan peningkatan beberapa aspek pada atlet, di antaranya peningkatan fisik dan juga mental para atlet," katanya, di sela-sela sesi latihan di Tempat Pemusatan Latihan FPTI di Kota Bekasi, Jumat, 3 April 2026.
Tim psikolog profesional memberikan pendampingan khusus bagi seluruh atlet untuk meningkatkan ketenangan saat menghadapi jadwal kejuaraan internasional. Suasana di pusat latihan dibangun sedemikian rupa demi terciptanya iklim persaingan positif bagi segenap anggota tim nasional.
"Untuk mental atlet kita lebih tingkatkan lagi, ada tim psikolog gabung dengan kita. Sebelumnya sudah lama gabung tapi keberadaanya tidak dioptimalkan oleh coach yang lama," katanya.
Ia mengaku tidak menghadapi kendala yang berarti selama membimbing para atlet berprestasi pada pemusatan latihan di daerah. Para atlet disebut sudah memiliki bekal teknis mumpuni sekaligus keterampilan tinggi berkat pengalaman jam terbang yang sangat panjang.
Atlet Antasyafi Robby menyampaikan rasa percaya diri tinggi melalui kesiapan fisik yang kini telah mencapai 100 persen. Intensitas latihan fisik harian selalu diterapkan menggunakan metodologi modern agar performa setiap atlet tetap berada pada puncak terbaik.
"Untuk persiapan bisa dikatakan hampir seratus persen karena setiap hari berlatih. Kemudian program yang dibikin baru juga mengikuti trend yang terkini, atmosfer berlatih juga bagus karena teman-teman kita atlet-atlet hebat," kata Antasyafi Robby.
Sementara itu atlet Kadek Asih merasa sangat yakin menyambut gelaran tersebut dengan tingkat persiapan 90 persen. Ia fokus mematangkan koordinasi gerakan teknik panjat cepat melalui simulasi berkala untuk menghadapi kompetisi mendatang.
"Sejauh ini saya terus memantapkan gerakan-gerakan untuk lomba di sana, lebih memantapkan diri, termasuk juga mempersiapkan mental untuk bertanding," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....