Carolina Marin Umumkan Pensiun dari Bulu Tangkis

  • 29 Mar 2026 07:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Atlet bulu tangkis asal Spanyol, Carolina Marin umumkan dirinya pensiun dari panggung bulu tangkis profesional.
  • Cedera jadi faktor utama Marin tidak mampu melanjutkan perjalanan bulu tangkisnya.
  • Marin akan tetap hadir di Huelva sebagai bentuk perpisahan dan mengenang perjalanan kariernya.

RRI.CO.ID, Jakarta - Carolina Marin umumkan dirinya akan “gantung raket” atau pensiun pada Kamis, 26 Maret 2026. Keputusan ini diambil setelah ia menyatakan tidak mampu pulih sepenuhnya dari cedera lutut yang dalam beberapa waktu terakhir terus dirasakannya.

Dalam sebuah unggahan video melalui akun Instagram @carolinamarin, ia enegaskan untuk menghentikan langkahnya dari dunia bulu tangkis profesional. Ia juga menyatakan dirinya tidak akan bertanding kejuaraan Bulu Tangkis Eropa 2026 yang akan digelar Bulan April mendatang.

Padahal, Marin sempat berencana bahwa di kejuaraan tersebut akan jadi penampilan terakhirnya. Namun, rencana tersebut akhirnya dibatalkan demi menghindari risiko cedera yang lebih parah.

“Perjalanan saya di dunia bulu tangkis profesional akan berakhir. Maka dari itu, saya juga tidak akan bertanding di Kejuaraan Bulu Tangkis Eropa di Huelva,” ujar juara Olimpiade Rio 2016 tersebut.

Ia mengaku bahwa akhir kariernya ini tidak berjalan sesuai rencana. “Saya ingin mengakhiri karier dengan cara yang berbeda, tapi hidup tidak selalu berjalan seperti yang diinginkan, dan kita harus menerimanya,” ujarnya.

Marin juga sempat mengungkapkan, sebenarnya ia merasa sudah seperti pensiun sejak lama, setelah cedera yang dialaminya di Olimpiade Paris 2024. “Pada akhirnya, saya sebenarnya sudah mengakhiri karier di lapangan, di Paris 2024, hanya saja saat itu kami belum menyadarinya,” kata atlet asal Spanyol tersebut.

Marin tercatat mengalami tiga kali cedera sejak 2019. Ia pertama kali mengalami robek pada ligamen lutut kanan saat tampil di final Indonesia Masters.

Pada 2021, ia kembali mengalami cedera serius. Ia mengalami robek ACL pada lutut kiri, yang membuatnya gagal mempertahankan gelar Olimpiade Tokyo.

Cedera terakhir terjadi di Olimpiade Paris 2024 dalam pertandingan semifinal akibat pendaratan yang buruk. Meskipun sempat mencoba melanjutkan pertandingan dengan menggunakan knee brace, Marin akhirnya tidak sanggup meneruskan permainan.

Marin mengakhiri perjalanannya sebagai salah satu pemain cemerlang dalam sejarah bulu tangkis. Ia mencatat berbagai prestasi gemilang di sektor tunggal putri.

Salah satu prestasi impresifnya yakni meraih medali emas Olimpiade Rio 2016 sebagai pemain non-Asia pertama di sektor tunggal putri. Ia juga pernah menorehkan tiga gelar juara dunia (2014, 2015, 2018), tujuh gelar Kejuaraan Eropa, serta pernah menduduki peringkat satu dunia.

Terakhir, Marin menyampaikan bahwa dirinya tetap ingin menutup perjalanannya di kota kelahirannya. Ia memastikan dirinya akan ada di Huelva dan hadir di sana sebagai perpisahan.

“Saya ingin perjalanan ini berakhir di Huelva. Meskipun tidak dengan raket di tangan saya, tapi setidaknya untuk menutup perjalanan panjang ini di sana,” katanya.

Atlet tunggal putri, Ratchanok Intanon, ikut membagikan apresiasi dan kalimat perpisahan untuk Marin lewat media sosialnya. Sebagai seseorang yang beberapa kali berhadapan dengan Marin, kabar tersebut menjadi momen emosional bagi Intanon.

“Terima kasih untuk momen-momen indah yang telah kita lalui bersama. Aku belajar banyak darimu karena gaya bermain kita yang berbeda, dan aku belajar darimu untuk terus maju,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....