Prancis Tantang Indonesia dan Thailand di Piala Thomas 2026

  • 26 Mar 2026 10:06 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Tim bulu tangkis Prancis mengakui tentang persaingan ketat pada fase penyisihan grup Piala Thomas 2026 di Horsens, Denmark.
  • Prancis tergabung di Grup D bersama Indonesia, Thailand, dan Aljazair

RRI.CO.ID, Prancis - Tim bulu tangkis Prancis akan menghadapi persaingan ketat pada fase penyisihan grup Piala Thomas 2026 di Horsens, Denmark. Hal ini menyusul hasil undian menempatkan mereka di Grup D bersama Indonesia, Thailand, dan Aljazair.

Toma Junior Popov, pemain tunggal andalan Prancis peringkat ke-16 dunia, mengungkapkan timnya pernah mencapai perempat final pada 2018. Tetapi untuk pertama kalinya berhasil menjadi juara Eropa usai menaklukkan Denmark pada final Kejuaraan Beregu Eropa 2026.

"Hasil tersebut memberi kami keyakinan bahwa kami mampu bersaing dengan Denmark . Sekaligus menumbuhkan harapan yang lebih tinggi," kata Toma dalam wawancara dengan BWF TV dilansir laman pdjarum, Kamis 26 Maret 2026.

Toma menegaskan, tidak ada undian yang bagus atau buruk, setiap pertandingan harus dihadapi secara profesional dengan mentalitas kuat. Ia juga menilai Prancis memiliki tim yang cukup solid untuk bersaing dengan para pemain terbaik.

Pemain tunggal Prancis lainnya Alex Lanier menilai tekanan di ajang beregu berbeda dibanding turnamen individu. Hal ini karena pemain tidak hanya bertanding untuk diri sendiri, melainkan juga membawa nama tim.

Lanier mengakui performanya sejauh ini masih lebih konsisten di turnamen individu dibanding ajang beregu. Namun bersama tim ini ia merasa sangat nyaman dan percaya diri.

"Kami saling mendukung satu sama lain 100 persen, baik dalam kemenangan maupun kekalahan. Dukungan penuh itulah yang menjadi kekuatan kami," ujar Lanier.

Pemain ganda Thom Gicquel menilai Prancis mendapat undian yang kurang menguntungkan karena harus bersaing dengan Indonesia dan Thailand. Namun Gicquel menegaskan kebersamaan yang terbangun saat menjuarai Kejuaraan Beregu Eropa 2026 di Turki, menjadi modal penting untuk menepis stigma tersebut.

"Kami sangat antusias untuk tampil di sana dan tidak sabar bermain bersama sebagai satu tim. Kami datang sebagai rekan sekaligus teman, dan ini akan menjadi pengalaman yang menyenangkan," ujar Gicquel.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....