Komisi X DPR Ingatkan Penting Pendidikan Berkelanjutan untuk Atlet Indonesia
- 25 Feb 2026 11:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi X DPR RI, Karmila Sari menegaskan, komitmen Parlemen dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) di seluruh bidang. Termasuk, memberikan akses pendidikan tinggi bagi atlet Indonesia berprestasi.
Politikus Golkar ini mengungkapkan, dukungan terhadap atlet tidak hanya sebatas pembinaan olahraga. Tetapi juga memastikan pendidikan berkelanjutan, baik saat masih dalam masa pembinaan maupun ketika telah meraih prestasi.
“Kami menegaskan agar atlet yang masih berusia muda tetap diberikan akses pendidikan tinggi. Baik saat masa pembinaan maupun ketika mereka berprestasi,” kata Karmila dalam keterangan persnya, di Jakarta, Rabu, 25 Februari 2026.
Ia menegaskan, Kemdiktisaintek harus memberikan perhatian khusus terhadap skema pendidikan bagi atlet berprestasi di Indonesia. Dalam menjalankan fungsi pengawasan, Komisi X DPR RI secara rutin melakukan rapat bersama mitra kerja.
"Pengawasan tentu dilakukan antara lain melalui rapat-rapat dengan mitra kerja kami, termasuk dengan PB KONI dan PB Cabor. Termasuk Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora)," ucap Karmila.
Langkah ini, menurut Karmila, dilakukan untuk memastikan program pembinaan dan pengembangan atlet berjalan efektif. Serta, selaras dengan kebijakan pendidikan nasional.
"Pentingnya koordinasi lintas kementerian dan lembaga (K/L) guna memperkuat dukungan terhadap atlet. Salah satunya melalui penyinergian program pendidikan tinggi dan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di Kementerian Keuangan," ujar Karmila.
Sebelumnya, Kemdiktisaintek mendukung talenta muda dalam mendapatkan pendidikan tinggi yang berkualitas melalui beasiswa. Hal ini disampaikan Mendiktisaintek, Brian Yuliarto saat menerima audiensi Menpora, Erick Thohir, di kantor Kemdiktisaintek, Kamis, 19 Februari 2026.
“Jangan sampai di bidang akademik para atlet tidak maksimal. Maupun di bidang olahraganya tidak bertumbuh,” kata Menteri Brian.
Pertemuan ini, kata Menteri Brian, turut membahas integrasi data atlet nasional. Hal ini, sebagai dasar perumusan kebijakan beasiswa yang lebih tepat sasaran.
“Dengan basis data yang terkelola bersama, proses identifikasi, seleksi, hingga pemantauan studi atlet. Dapat dilakukan secara lebih sistematis dan akuntabel,” ucap Menteri Brian.
Sementara, Menteri Erick memaparkan, kebutuhan penguatan skema beasiswa bagi atlet, khususnya mereka yang tengah menjalani pembinaan prestasi. Maupun yang telah mengharumkan nama bangsa.
Skema ini diharapkan tidak hanya menjamin akses pendidikan tinggi, tetapi juga memastikan keberlanjutan karier atlet setelah masa kompetisi berakhir. “Kita perlu sistem yang jelas, supaya pembinaan olahraga tetap optimal dan pendidikan mereka juga tidak tertinggal,” kata Menteri Erick.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....