Empat Federasi Pordasi Matangkan Persiapan menuju PON XXII 2028 NTT-NTB

  • 25 Feb 2026 10:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Empat federasi hasil transformasi Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) mematangkan konsolidasi organisasi dan berbagai persiapan teknis. Fokus utamanya adalah untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028 di Nusa Tenggara Timur-Nusa Tenggara Barat (NTT-NTB).

Hal ini disampaikan usai menggelar audiensi dengan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman. Ketua Umum Federasi Nasional Pordasi Equestrian, Dewi Larasati, memastikan kesiapan cabang olimpiade ini untuk tampil optimal pada PON mendatang.

“Jika equestrian dilaksanakan di Jakarta, kemungkinan menggunakan Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEPP),” ucapnya, Selasa 24 Februari 2026. Menurut Dewi, venue yang pernah digunakan untuk Asian Games 2018 itu sudah berstandar internasional.

Ketua Harian Federasi Nasional Berkuda Memanah, Agape Zacharia, menambahkkan PON 2028 akan menjadi yang pertama mereka ikuti. Ini karena pada PON 2024 di Aceh-Sumatra Utara berkuda memanah masih masuk kategori cabang olahraga (cabor) ekshibisi.

“Saat itu kami melaksanakan ekshibisi di Aceh Tamiang,” ujarnya. Sehingga, lanjut dia, menjadi kewajiban mereka untuk mempersiapkan diri menuju PON XXII 2028.

Agape mengakui berkuda memanah bukan cabor olimpiade, tetapi pihaknya berupaya mendapat dukungan KONI Provinsi dan pemerintah daerah. “Kami terus berkomunikasi agar berkuda memanah maupun pacu dapat dipertandingkan pada PON XXII 2028,” katanya.

Sedangkan Ketua Umum Federasi Nasional Pordasi Pacu, Teddy Soediro, mengatakan pihaknya akan fokus pada kesiapan kuda dan venue. “Untuk cabor pacu, kami terus berkonsultasi dengan Pemerintah Provinsi NTT dan NTB terkait persiapan untuk PON,” ujarnya.

Sekjen Federasi Nasional Pordasi Polo, Hendra Sukanto, mengatakan pihaknya masih dalam proses pengembangan organisasi. Menurut dia, ini karena federasi tersebut baru memiliki pengurus tingkat provinsi di empat daerah.

"Kami memberi kesempatan untuk ekshibisi agar pada PON empat tahun berikutnya sudah bisa menggelar pertandingan,” ujarnya. Menurut Hendra, cabor polo di Indonesia masih dalam tahap pembangunan dan pengembangan.

Namun, federasi mengemban misi agar cabor ini bisa dikenal sebagaimana popularitasnya di luar Indonesia. “Tema besar kami adalah ingin membumikan polo di Tanah Air,” katanya.

Sebagai persiapan menuju PON 2028 NTT-NTB, Pordasi berencana menggelar PON khusus berkuda pada Juni 2027. Agenda ini dijadwalkan berlangsung di Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEPP).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....