Peraih Emas Bulu Tangkis Olimpiade 2000 Cari Atlet Tunggal Potensial

  • 17 Feb 2026 09:21 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Peraih emas bulu tangkis Olimpiade 2000, Chandra Wijaya, kian serius menekuni pembinaan usia dini. Tujuannya untuk mencari bibit muda berbakat serta menyiapkan regenerasi atlet agar Indonesia tetap berjaya di berbagai event dunia.

Hal ini dilakukannya dengan menggelar kejuaraan bulu tangkis khusus nomor tunggal putra maupun putri. Sebelumnya sejak 2009 Candra juga telah menggelar kejuaraan bulu tangkis khusus nomor ganda.

Kejuaraan bertajuk Single Special Championships 2026 telah berlangsung pada 12-14 Februari 2026 lalu. Tepatnya di Hall Daihatsu Yonex-Sunrise Candra Wijaya, Jelupang, Serpong, Tangerang Selatan.

Menurut Candra, dirinya memang ingin melebarkan sayap di bidang pembinaan bulu tangkis usia dini. Setelah secara rutin selama 13 kali menggelar kejuaraan khusus ganda, tahun ini dia merambah ke sektor tunggal.

"Kami ingin terus menyemai untuk memunculkan bibit-bibit unggul sektor tunggal," ujarnya, Selasa 17 Februari 2026. Usai pensiun sebagai pemain, Candra tetap berkiprah di dunia bulu tangkis nasional.

Caranya dengan mendirikan klub, membina atlet muda, serta membangun gedung olahraga sendiri. Puncaknya adalah mengelar kejuaraan bulu tangkis khusus ganda sebelum merambah ke turnamen khusus tunggal.

Gelaran ini telah melahirkan talenta-talenta potensial di sektor tunggal seperti Kharissa Lubna Ramadhani. Pelajar SDN Ciracas 06, Jakarta Timur, ini menjadi juara tunggal putri usia dini (U-11).

Di final, Kharissa sukses mengalahkan Zevanya Cantika Hamzah asal Sriwijaya Badminton Academy. Kemenangannya diraih secara langsung dua set dengan skor 21-15, 23-21.

Pada nomor tunggal remaja (U-17) putri, Haura Kamila Assopiah asal Daihatsu Yonex-Sunrise Candra Wijaya, tampil terbaik. Di final dia mengalahkan Katrina Gwendelyn Setiawan asal Jaya Raya Solo dengan skor 21-10, 21-7

Pada kelompok pra usia dini (U-9) putra, Muhammad Haufanhazza Firdaus tampil sebagai juara. Pemain asal klub Amour Badminton Club ini berhasil mengatasi perlawanan Arka Pratama Sitepu asal Flash dengan skor 21-16, 21-18.

Sedangkan di tunggal pemula (U-15) putra, pemain binaan DYSCW, Didin Khoerul Ma'mur juga tampil terbaik. Di laga pamungkas, Didin menang atas Aurial Sakha Wiratama (Jaya Raya Jakarta), 21-15, 21-11.

Berkat kemenangan ini, klub tuan rumah DYSCW tampil sebagai juara umum dengan raihan dua medali emas dan satu perak. Gibran Sandya Prayoga menjadi penyumbang medali perak pada nomor tunggal anak-anak (U-13) putra.

Candra berharap penyelenggaraan kejuaraan khusus nomor tunggal ini dapat menarik minat para pebulu tangkis belia. Selain itu akan semakin mengairahkan pembinaan bagi calon atlet sejak usia dini.

"Kejuaraan khusus tunggal ini tentunya juga untuk membudayakan pembinaan sejak dini," ujarnya. Selain itu, lanjut Candra, untuk melestarikan prestasi bulutangkis Indonesia di kancah dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....