Menpora Erick Thohir Puji Fasilitas Latihan Paralimpiade Karanganyar

  • 15 Feb 2026 00:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Karanganyar - Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir meninjau kesiapan Pusat Pelatihan Paralimpiade Indonesia di Karanganyar, Jawa Tengah. Kunjungan kerja ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan fasilitas olahraga bagi atlet disabilitas berjalan optimal.

Ia mendatangi kawasan seluas 80.262 meter persegi yang berlokasi di Delingan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Erick merasa antusias melihat deretan arena olahraga yang telah terselesaikan pembangunannya pada tahap pertama tersebut.

Sembilan arena olahraga kini sudah tersedia mulai dari cabang sepak bola, atletik, hingga kolam renang. Kompleks ini melengkapinya dengan area menembak, boccia, tenis meja, angkat berat, judo, serta laboratorium sains.

Fasilitas wisma atlet di lokasi tersebut memiliki total 138 kamar yang mampu menampung 280 orang. Terdapat pula sebuah ruang makan khusus yang memiliki kapasitas pelayanan mencapai 400 orang setiap harinya.

"Sekarang saya menyaksikan sendiri, ini fasilitas yang luar biasa. Tadi saya dengar ini adalah yang terbaik dan pertama di Asia Tenggara. Artinya, dengan kerja keras NPC Indonesia, para ofisial, pelatih dan atlet, pemerintah membuktikan hadir. Pemerintah tentu tidak membedakan yang namanya dukungan fasilitas terhadap seluruh kegiatan NPC," kata Erick Thohir, Sabtu, 14 Februari 2026.

Erick mengaku sudah menjalin komunikasi intensif dengan pihak terkait mengenai rencana pembangunan tahap kedua nanti. Upaya penyelesaian proyeksi rancangan tersebut bertujuan agar seluruh sarana prasarana penunjang latihan dapat segera terlengkapi.

"Tahap satu sudah berjalan dengan baik. Untuk tahap kedua akan coba kita pikirkan untuk bagaimana bisa diselesaikan agar fasilitas ini terlengkapi," ucap Erick Thohir.

Ia menekankan pentingnya mekanisme administrasi yang tepat demi menjaga kualitas fasilitas dalam jangka waktu panjang. Terobosan baru termasuk pelibatan pihak swasta dinilai perlu dilakukan agar aset negara tersebut tidak menurun.

"Insaallah dari Kemenpora juga akan bantu untuk biaya perawatan dengan sistem hibah. Semoga ini nanti bisa berjalan dan aset yang terbaik dan pertama di Asia Tenggara bisa terus menjadi yang terbaik," kata Erick.

Ketua Umum National Paralympic Committee (NPC) Indonesia Senny Marbun turut mendampingi kegiatan peninjauan fasilitas tersebut. Senny mengatakan keberadaan pusat pelatihan ini menjadi bukti apresiasi pemerintah terhadap perjuangan atlet disabilitas nasional.

"Kita bangga melihat fasilitas yang ada di (PPPI) Delingan. Inilah sumbangsih dari negara untuk Paralympic Indonesia. Mudah-mudahan kedepan kita semakin maju dan bisa mengharumkan nama bangsa dan negara. Tentunya kita juga berterimakasih kepada bapak Menpora yang sudah hadir di tengah-tengah kita, memberikan motivasi yang luar biasa, untuk kita berjuang di pentas internasional," ujar Senny Marbun.

Wakil Sekretaris Jenderal NPC Indonesia Rima Ferdianto kini sedang fokus mengejar prestasi Asian Para Games. Sebanyak 150 atlet gabungan dari pemusatan latihan dikirim rutin untuk mengejar poin peringkat melalui kualifikasi.

"Kita mengirimkan hampir 150 atlet gabungan Pelatnas dan SKODI untuk mengikuti kualifikasi, mencari poin ranking maupun poin partisipasi agar bisa meloloskan sebanyak mungkin atlet ke Nagoya. Kita harapkan minimal ada 120 atlet yang bisa lolos," kata Rima Ferdianto.

Indonesia menghadapi tantangan cukup berat karena cabang olahraga para catur tidak dipertandingkan pada edisi ini. Padahal tim catur sukses memborong banyak medali emas saat penyelenggaraan edisi sebelumnya di Hangzhou, Tiongkok.

"Untuk target sekarang, kita realistis (target) di sepuluh besar karena ada satu cabor (para catur) andalan yang mendapat sepuluh emas tetapi sekarang tidak dipertandingkan. Jadi, kita akan berusaha untuk masuk sepuluh besar," ucap Rima.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....