Kontingen Indonesia Lampaui Target APG Thailand, Jelang Penutupan
- 26 Jan 2026 11:31 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Nakhon Ratchasima – Kontingen Indonesia sukses mengakhiri perjuangannya dengan meraih 135 emas, 143 perak, 114 perunggu ASEAN Para Games (APG) Thailand. Koleksi tersebut jauh melebihi target awal Indonesia, 82 Emas, 77 perak, 77 perunggu, disepanjang perjuangannya 20-26 Januari 2026.
Indonesia sejak awal berangkat ke Thailand dengan target menempati posisi tiga besar. Target tersebut sangat realistis mengingat banyak mundurnya keikutsertaan Kamboja.
Dibawah kepemimpinan Reda Manthovani, beberapa cabang olahraga (cabor) sukses melampaui catatan target medali. Para atletik, misalnya, berhasil mempersembahkan 44 emas, 38 perak, dan 23 perunggu sekaligus menjadi penyumbang medali terbanyak.
Di peringkat kedua, cabor para renang menghasilkan 29 emas, 37 perak, dan 20 perunggu. Selain itu, cabor para bulu tangkis juga melampaui target setelah sukses membawa pulang 12 emas, 9 perak, dan 7 perunggu.
Sedangkan para angkat berat mendulang 9 emas dan 4 perak.
Capaian terbaik kontingen Indonesia disetiap cabang olahraga di arena ASEAN Para Games ke-13 Thailand, (Foto: NPC Indonesia)Adapun para judo menjadi satu-satunya cabor yang menyapu bersih semua nomor di arena ASEAN Para Games. Para Judo Indonesia sukses menjadi juara umum, setelah mengoleksi 7 emas, 3 perak,1 perunggu.
Catatan perolehan kontingen Indonesia semakin bertambah pada hari terakhir seiring raihan tim para catur Indonesia. Koleksian kepingan medali catur Indonesia terdiri 9 emas, 22 perak, 7 perunggu.
Salah satu atlet yang menyumbangkan medali terbanyak dari cabor ini ialah Aisah Wijayanti Putri Brahmana. Di Thailand ini, Putri berhasil menghasilkan 3 emas, 1 perak, 1 perunggu, meskipun target awalnya hanya 2 emas.
Apalagi, APG edisi sebelumnya di Kamboja, ia hanya membawa pulang 2 emas, 1 perak, 1 perunggu. “Awalnya, cukup sulit untuk mengalahkan lawan-lawan di cabor para catur ini," Kata Putri, Minggu (25/1/2026) malam.
"Kami hanya bisa mendapatkan satu emas. Namun, karena berjuang dan berusaha, Alhamdulillah akhirnya kami bisa mendapatkan emas dari nomor cepat dan kilat,” ujar Putri
Putri memang harus melewati perjalanan yang tak ringan untuk bisa mempersembahkan prestasi membanggakan ini. Sebab, selama masa persiapan, ia harus meninggalkan buah hatinya yang baru lahir pada Agustus 2025 lalu.
“Selama Pelatnas, saya harus menitipkan anak saya ke orang tua. Oleh karena itu, saya ingin mempersembahkan catatan medali ini untuk anak saya. Rasanya sangat sedih meninggalkan anak yang baru lahir. Namun, demi Indonesia, saya harus berjuang,” ujarnya.
Sementara itu, pelatih para catur Indonesia, Tedy Wiharto, mengungkapkan tantangan besar yang dihadapi selama APG ini. Menurut dia, sejumlah negara kuat di cabor para catur membuktikan kesiapannya untuk bersaing memperebutkan medali.
“Dari evaluasi kami, para atlet dari Vietnam dan Filipina menjadi pesaing terberat kami di ASEAN Para Games 2025. Mereka terlihat lebih siap dan sudah semakin berkembang. Saya mengapresiasi atlet kami yang sudah berjuang keras,” kata Tedy.
Tedy berharap, anak asuhnya bisa menjaga konsistensi dalam berlatih setelah ajang multievent ini. Sebab, ada beberapa ajang single-event yang akan dihadapi, setelah ASEAN Para Games 2025 ini.
Selain itu, Tedy juga menyelipkan apresiasi untuk sejumlah pihak yang mendukung anak asuhnya selama masa persiapan. “Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya untuk seluruh masyarakat Indonesia atas dukungan dan doanya,” ujar dia.
Malam ini, ASEAN Para Games ke-13 Thailand resmi akan ditutup di 80th Birthday Anniversary Stadium, Senin (26/1/2026). Selanjutnya rencananya, rombongan kontingen Indonesia akan langsung pulang ke Tanah Air, Selasa (27/1/2026).
Jendi Pangabean dan kawan-kawan akan pulang menggunakan pesawat carter. Ada dua kloter dalam penerbangannya yang direct flight dari Bandara Internasional Suvarnabhumi Bangkok-Bandara Adi Soemarmo, Boyolali.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....