Tembus 69 Emas, Indonesia Dekati Target Medali APG
- 24 Jan 2026 09:06 WIB
- Pusat Pemberitaan
Kontingen Indonesia sudah mendekati target raihan medali ASEAN Para Games (APG) 2025. Perjuangan para atlet belum berakhir, mengingat ASEAN Para Games ke-13 akan ditutup, Senin 26 Januari 2026.
Sejauh ini koleksian medali Indonesia 69 emas, 75 perak, 69 perunggu, tercatat hingga, Jumat (23/1/2026) pukul 23.00 WIB. Itu artinya hanya selisih 13 emas, dua perak dan delapan perunggu dari target awal.
Tambahan 28 medali emas pada hari ketiga perebutan medali ini tak lepas dari prestasi sejumlah cabang olahraga (Cabor). Tim para atletik yang dibebani target 25 emas, kini sudah mengoleksi 27 emas dan masih berpeluang bertambah.
Keberhasilan serupa juga diraih tim para renang yang sudah meraih 15 emas. Atau nyaris dua kali lipat dari target semula yang hanya delapan emas.
Prestasi tak kalah ciamik juga ditunjukkan tim boccia dan para judo. Kedua cabor sudah memenuhi target medali di Thailand dengan meraih dua emas dan para judo meraih empat emas.
Raihan 69 emas, 75 perak, 69 perunggu membuat Indonesia kokoh sebagai runner up klasemen medali APG 2025. Posisi teratas ditempati tuan rumah Thailand dengan koleksi 109 emas, 101 perak dan 84 perunggu.
Sementara Malaysia yang menjadi kompetitor dalam perebutan posisi kedua baru mengumpulkan 33 emas, 33 perak dan 43 perunggu. Kemudian Filipina menguntit dengan koleksi 26 emas, 22 perak dan 27 perunggu serta Vietnam memperoleh 24 emas, 29 perak dan 23 perunggu.
Performa ciamik yang ditunjukkan para atlet mendapatkan apresiasi dari Chef de Mission (CdM) Indonesia, Reda Manthovani. Dengan banyaknya medali yang masih diperebutkan, terutama cabor-cabor potensial Indonesia. Maka, tim CdM optimis target runner up di ASEAN Para Games 2025,mampu tercapai.
"Kalau melihat selisih medali yang lumayan jauh, saya yakin (target runner up terpenuhi). Apalagi cabor unggulan kita masih banyak yang belum dimainkan (nomor pertandingan), seperti bulu tangkis dan catur. Lalu, boccia dan tenis meja juga masih ada. Deposito kita masih banyak," Reda Manthovani di Nakhon Ratchasima, Jumat (23/1/2026) malam.
Kontingen Indonesia kini memiliki misi lain yang coba diperjuangkan dalam dua hari tersisa. Reda berharap perbedaan raihan medali antara Indonesia dengan Thailand tak terlampau jauh.
"Insya Allah tetap bertahan di peringkat kedua dan kita upayakan selisih medalinya tidak terlalu jauh dengan Thailand," ucap Reda Manthovani.
Catatan perolehan medali ASEAN Para Games ke-13 Thailand, tercatat hingga Jumat 23 Januari 2026 pukul 22.31 wib, (Foto: NPC Indonesia)
BOCCIA BERHASRAT LAMPAUAI TARGET
Kontingen Indonesia dibuat tersenyum oleh prestasi yang dicatatkan cabor Boccia, khususnya kelas BC2 putri. Terpantau RRI, target awal Boccia, 2 emas sudah tercapai dengan raihan 2 emas,2 perak,3 perunggu,kemarin.
Intan Cahaya Putri (15 tahun) yang baru ditarik ke tim senior sukses melangkah ke final BC2 perorangan putri. All Indonesia Final pun terjadi karena penguasa BC2 putri, Gischa Zayana, juga tanpa kesulitan menembus final.
Pertandingan senior versus junior ini, Gischa yang berstatus atlet jebolan Paralimpiade 2024 meraih kemenangan atas Intan, skor 4-3. Koordinator pelatih boccia Indonesia, Islahuzzaman Nur Yadin, mengapresiasi perjuangan Intan.
"Usianya baru 15 tahun, makanya programnya masih panjang. Kemarin saat di Dubai (Asian Youth Para Games 2025), dia dapat medali emas. Kita menargetkan Intan bisa ikut mendampingi Gischa untuk lolos ke Paralimpiade (2028)," ucap Islahuzzaman,usai mendampingi para atletnya pada pertandingan nomor final dalam perebutan medali hari Jumat (23/1/2026), kemarin.
Terkait raihan sementara dua medali emas, dua perak dan tiga perunggu,pria yang akrab disapa Islah itu mengaku sudah puas dengan prestasi tersebut. Namun, para atlet tetap didorong untuk meraih medali tambahan di nomor-nomor tersisa.
"Kalau dari segi target, puas sih. Cuma kita masih berusaha untuk meraih yang lebih baik lagi. Mudah-mudahan besok (Sabtu), di nomor team dan pairs, kita bisa nambah. Mudah-mudahan bisa final lagi," ucap Islah.
Terpisah, peraih emas cabor boccia, Handayani mengungkapkan rasa bahagianya setelah menjadi yang terbaik di kelas BC1 perorangan putri. Pada partai final melawan wakil Malaysia, Angeline Melissa Lawas, Handayani menyebut pertandingan berjalan super ketat.
"Pertandingan yang sangat luar biasa karena kita berdua pasti sama-sama menginginkan medali emas. Alhamdulillah saya bisa membalikkan skor, sampai harus tie break, extra time, untuk akhirnya bisa mendapatkan emas," ucap Handayani.
Handayani mempersembahkan medali emas ini untuk masyarakat Indonesia. Ia memastikan prestasi ini tak akan membuatnya berhenti untuk bekerja keras.
"Target berikutnya ASIAN Para Games 2026. Insya Allah ke Nagoya. Semoga bisa podium, bisa medali," ujar Handayani.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....