Regenerasi Lifter Muda Indonesia Hasilkan Tiga Emas ASEAN Para Games
- 22 Jan 2026 21:56 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Nakhon Ratchasima - Regenerasi atlet para angkat berat (Para Powerlifting) Indonesia membuahkan emas melalui debutan-debutan di ASEAN Para Games (APG) ke-13. Para lifter muda berbakat tersebut Eliana, Hilman dan Dzaky peraih emas selama dua hari Para Powerlifting, Rabu-Kamis, 21-22 Januari 2026.
Lifter Eliana memenangkan nomor kelas 41 kilogram putri, setelah berhasil mengangkat beban dengan catatan terbaik seberat 78 kilogram. Atlet Jawa Tengah itu mengungguli Marydol Pamatian (Filipina), serta Latsami Sipaseuth (Laos) di Nakhon Ratchasima.
Lifter Hilman peraih emas nomor kelas 54 kilogram putra ASEAN Para Games ke-13 Thailand, Kamis 22 Januari 2026, (Foto: NPC Indonesia)
Lifter Hilman juga meraih prestasi tertinggi pada nomor kelas 54 kilogram putra dengan catatan angkatan beban 167 kilogram. Atlet asal Jawa Barat tersebut mengalahkan Nguyen Binh An serta Phung Huynh Ngoc yang berasal dari negara Vietnam.
"Alhamdulillah pertandingan lancar, aman. Awalnya sih ada perasaan deg-degan. Tetapi ya yakin ajalah, bismillah," ucap Hilman usai pengalungan medali emas di Convention Hall, The Centre Point Hotel Korat, Nakhon Ratchasima, Kamis 22 Januari 2026.
"Medali emas ini saya persembahkan untuk Indonesia. Ini emas yang pertama saya ikut APG Thailand 2025," ujar Hilman, atlet berusia 36 tahun itu tampil di nomor 54 kilogram putra klasifikasi BB.
"Dari Vietnam angkatan pertamanya 165 dan saya 167, selisihnya dua kilogram. Dari situ saya yakin optimis bahwa saya bisa meraih prestasi. Saya bisa membuktikan bahwa saya bisa," ucapnya.
Sukses atlet debutan lainnya, Mabruk Arib Dzaky menyumbangkan medali emas ketiga kelas 59 kilogram putra. Sosok pembawa bendera Merah Putih tersebut berhasil menundukkan lifter Filipina Jules Empizo dengan catatan prestasi angkatan yang gemilang.
"Medali emas ini saya persembahkan untuk seluruh masyarakat Indonesia. Mereka yang sudah mendukung kita di ASEAN Para Games ini," ucap Mabruk Arib Dzaky.
"Saya selalu mengingat pesan orang tua saya bahwa, 'kamu seperti ini jangan minder, kamu pasti bisa. Dan kamu nanti pasti bakal jadi orang besar'," katanya.
Pelatih National Paralympic Committee (NPC) Indonesia Coni Ruswanta mengapresiasi tinggi perjuangan seluruh lifter debutan yang sangat gigih bertanding. Kemenangan besar tersebut membuktikan bahwa atlet muda memiliki kualitas serta potensi luar biasa untuk menjadi tulang punggung bangsa.
"Walaupun anak-anak baru tetapi mentalitasnya bagus. Seperti Eliana kemarin mentalnya bagus. Dengan statusnya sebagai debutan, musuhnya termasuk kategori Paralympic, kita main mengalir saja. Mereka maunya apa, kita turutin saja," ujar Coni Ruswanta.
Kontingen Indonesia juga memperoleh dua medali perak tambahan melalui lifter senior Ni Nengah Widiasih serta atlet Abdul Hadi. Widiasih mencatatkan total angkatan 90 kilogram sementara Abdul Hadi membukukan beban angkatan seberat 177 kilogram dalam ajang ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....