Nikolaus Joaquin Bangga Berjuang di Indonesia Masters 2026
- 20 Jan 2026 16:12 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Pebulu tangkis ganda putra Nikolaus Joaquin tidak menyangka dirinya bisa bermain di Indonesia Masters 2026. Ia menyebut atmosfer Indonesia Master 2026 berbeda dengan turnamen bulu tangkis lainnya.
"Saya pertama kali main di Indonesia Masters 2026. Saya merasakan atmosfernya itu sangat luar biasa dibanding turnamen-turnamen yang lain," katanya dalam kepada wartawan usai pertandingan Indonesia Masters 2026, Istora Senayan, Jakarta Selatan, Selasa, 20 Januari 2026.
Di Indonesia Master 2026, ia berpasangan dengan Raymond Indra dalam melawan pasangan ganda putra Prancis Eloi Adam/Leo Rossi. Pada babak pertama, keduanya saling adu perolehan nilai dengan mengejar skor pada menit awal ke-19.
Skor demi skor terlewati hingga pada akhirnya, babak pertama gim dimenangkan oleh Joaquin/Indra dalam 22–20. Namun demikian, pada babak kedua, Joaquin/Indra dikalahkan oleh Eloi Adam/Leo Rossi dengan skor 21–15.
Kekalahan pada babak kedua ini kemudian menjadi titik balik Joaquin/Indra bangkit dari kekalahan. Strategi ciamik kemudian diatur sedemikian rupa agar pada babak terakhir, pertandingan dimenangkan oleh Indonesia.
"Di babak pertama kami berdua sempat hilang fokus. Tapi puji Tuhan di gim akhir kita bisa menjadi yang pertama untuk kemenangan," ujarnya.
Ia menjelaskan pada gim terakhir, dirinya mengubah strategi penyerangan, agar pola pergerakan tidak terbaca oleh lawan main. Siapa sangka, berkat strategi tersebut Nikolaus Joaquin/Raymond Indra berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 21–10.
Tentunya dengan strategi penyerangan ciamik tersebut membuat pasangan asal Prancis tersebut tertinggal jauh. "Merubah strateginya agak telat, tapi yakin pada gim terakhir kita bisa menang," ucapnya, penuh harap.
Senada dengan Joaquin, pebulutangkis ganda putra Raymond Indra pun demikian. Ia mengatakan bahwa kekalahan pada babak kedua karena kurangnya fokus akibat tekanan untuk menang.
"Di permainan kedua agak khawatir karena tekanan untuk menang. Karena tingkat keinginannya tinggi jadi sampai kurang hati-hati," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....