Presiden Salut Perjuangan Atlet Berkuda di SEA Games

  • 08 Jan 2026 23:06 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Presiden Prabowo Subianto secara khusus memberikan apresiasi kepada salah satu atlet berkuda (Eventing) Riko Ganda Febryanto. Diketahui Riko mengalami cedera patah tulang (Fraktur) rusuk beberapa hari sebelum bertanding di SEA Games 2025.

Riko tidak menyerah, terus berjuang untuk menyelesaikan pertandingan. Bahkan Riko sempat pingsan usai menyelesaikan pertandingan.

"Saya dapat laporan bahwa salah satu atlet itu berapa hari sebelumnya baru kecelakaan, kena tendangan kuda rusuknya fraktur. Jadi dia bertanding dengan memegang apa itu tulang rusuknya, tidak mau menyerah masuk finish setelah masuk finis langsung pingsan," kata Presiden Prabowo dalam sambutannya saat acara penyerahan bonus secara simbolis kepada atlet peraih medali SEA Games 2025 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Riko dan tiga orang atlet berkuda lainnya yaitu, Welda Agapindo, Jamhur Hatta dan Steven Menayang meraih medali perak SEA Games 2025. Mereka turun di nomor beregu.

Presiden Prabowo mengatakan olahraga berkuda merupakan olahraga yang berbahaya dan berat. Oleh sebab itu, Presiden Prabowo mendukung langkah Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menaikan pangkat atlet berkuda tersebut.

"Panglima TNI sudah naik pangkat mereka jadi perwira. Salah satu yang ingin saya tandai itu berkuda yang sangat berbahaya dan sangat berat dari semua cabang naik kuda," ujarnya.

Pada ajang SEA Games ke-33 Thailand Tahun 2025, ada 39 prajurit TNI yang meraih prestasi gemilang. Panglima TNI Jenderal  Agus memberikan kenaikan pangkat bagi peraih medali.

Panglima TNI menganugerahkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) kepada peraih medali emas Muhammad Alfi Kusuma dari cabang Taekwondo. Panglima TNI menaikan pangkat Alfi dari Letnan Dua menjadi Letnan Satu.

Selanjutnya KPLB diberikan kepada lifter Rizki Juniansyah, dari Letnan Dua menjadi Kapten. Adapun 37 prajurit TNI lainnya mendapatkan penghargaan berupa kesempatan mengikuti pendidikan sekolah  Perwira dan Sekolah Bintara.

“Kebijakan dari saya, selaku Panglima TNI akan memberikan reward dan punishment kepada seluruh prajurit. Kemarin, tahun baru, saya memberikan KPLB kepada prajurit berprestasi di daerah tugas di Papua,” kata Panglima TNI.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....