Klub Anggar FFC DIY Juara Umum Banyuwangi Open

  • 26 Des 2025 08:02 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Banyuwangi: Mengirim 15 atlet, kontingen anggar DIY mencetak sejarah baru menjadi juara umum Banyuwangi Open Championship 2025 dengan merebut sembilan medali emas, delapan perak dan 11 perunggu.

Dalam kejuaraan yang berlangsung mulai 18 sampai 20 Desember 2025 di GOR Tawangalun Banyuwangi, DIY merebut predikat juara umum untuk seluruh kelompok usia. Mulai SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA.

Klub anggar Fleur de Lotus Fencing Club (FFC) Jogja menjadi penyumbang terbanyak medali untuk DIY. Alhasil bisa merebut gelar juara umum dengan sumbangan delapan emas, enam perak dan 10 perunggu.

Pelatih kepala DIY, Faidillah Kurniawan, menyatakan anak-anak asuhnya tampil dengan mentalitas seperti singa. Artinya tidak hanya mengandalkan teknik, tetapi juga membawa harga diri daerah.

“Keberhasilan menjadi juara umum di semua kategori jadi bukti nyata proses latihan keras selama ini membuahkan hasil luar biasa. Raihan ini sekaligus memosisikan DIY sebagai standard baru di kejuaraan nasional,” ujarnya dalam keterangan pers, Minggu (21/12/2025).

Senada dengan Faidillah, pelatih M. Hanis Fawwza, yang akrab dipanggil Fassa, mengaku bangga melihat kematangan taktik para atlet yang menunjukkan ketenangan di poin-poin kritis. Regenerasi atlet di DIY juga dinilai berjalan sangat sehat, terbukti dengan banyaknya atlet tingkat SMP yang sudah mampu bersaing ketat di level SMA.

Di kategori SD, raihan medali disumbangkan Muhammad Aahil Arditya Abraham (SD Mutiara Persada) dengan dua emas di nomor Foil dan Degen Putra. Berikutnya murid SD Muhammadiyah Ngadiwinatan, Raqeelayasyifa AK, menyumbang satu emas dan satu perak serta Radlinasyauqina AK merebut dua perunggu.

Untuk atlet termuda DIY, Ken Neswari Gayuh Nugraha dari SD Mutiara Persada, mampu mencuri perhatian Banyuwangi Open Championship 2025. Dia meraih medali perak pada debut pertamanya.

Di kategori SMP DIY kembali tak tertandingi. Ramadhanihusayn Abisatyaveda Kurniawan atau Satya (SMP Muhammadiyah 1 Godean) mengoleksi satu emas dan satu perak, Aisyaquira Maulida (SMPN 6 Jogja) menyumbang satu emas dan Rakka Nathan Azuranota (SMPN 1 Jogja) mendulang satu emas.

Sumbangan medali perak didapat dari Sultan Althaf Arkana (SMPN 7 Jogja).Kemudian perunggu dari Greta Stefani Mahardita (SMPK Kalam Kudus), Orianna Agatha Wijayanto (SMP Muhammadiyah 3 Jogja), dan Sara Aulia Rifaya (SMP Budi Mulia Dua).

Level SMA menjadi puncak superioritas DIY dengan menyapu bersih medali. Alden Samuel Mahardita (SMA Budi Utama) mengoleksi emas dan perak, disusul emas dari Kaila Fahira Shava (MAN 3 Sleman) dan Greta Stefani Mahardita (SMP Kalam Kudus).

Daftar kemenangan SMA semakin lengkap dengan kontribusi medali dari Nasyira Chironisa Reisha A (SMPN 5 Jogja), Gracia Barbara Margie (SMAN 2 Sleman), Sultan Althaf Arkana. Ditambah dua medali perunggu dari Satya (SMP Muhammadiyah 1 Godean).

Pemilik klub FFC Jogja Arnita Susanti menyampaikan rasa bangganya atas dedikasi seluruh tim. Kemenangan juara umum di semua kategori jadi bukti nyata proses pembinaan profesional di FFC membuahkan hasil.

“Namun, ini barulah awal. Harapan saya, talenta emas dari sekolah-sekolah di DIY ini tidak cepat berpuas diri karena target besar selanjutnya adalah mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional,” katanya.

Mental Coach FFC, Novi Resmi Ningrum, mengungkapkan kesuksesan besar ini tidak lepas dari kematangan psikologis para atlet. Fokus utama pelatihan musim ini adalah membangun ketangguhan pikiran.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....