SCUA dan Museum Catur Indonesia Raih Penghargaan MURI
- 22 Sep 2025 20:17 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN,Jakarta: Sekolah Catur Utut Adianto (SCUA) mendapatkan piagam penghargan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai sekolah catur pertama di Indonesia. Museum Catur Indonesia juga mendapatkan penghargaan rekor MURI untuk Museum Catur Pertama di Indonesia.
Pemberian penganugerahan piagam penghargaan rekor MURI berlangsung di Museum Rekor Dunia Indonesia (Gedung Jaya Suprana Institute), Jakarta, Senin (22/9/2025). Penghargaan ini diserahkan langsung oleh pendiri Rekor MURI Jaya Suprana kepada pendiri SCUA sekaligus Pembina PB Percasi, Ir. Eka Putra Wirya.
Dalam keterangannya kepada awak media, Eka Putra Wirya mengaku bangga atas penghargaan rekor yang diberikan MURI. Keberadaan Sekolah Catur Utut Adianto dan Museum Catur Indonesia merupakan bentuk kecintaanya terhadap olahraga catur.
“Tentunya saya sangat berterima kasih atas penghargaan rekor MURI ini buat sekolah catur yang pertama dan museum catur Indonesia yang pertama. Penghargaan ini membuat kami lebih semangat lagi berkarya, dan kami tidak menyangka diberikan MURI untuk rekor ini,” ujar Eka Putra Wirya.
“Kecintaan saya dan pak Utut Adianto dan pak Kristianus Liem terhadap olahraga catur itu cinta mati. Saya akan terus berusaha bagaimana nanti akan ada juara dunia catur dari Indonesia,” ucapnya menambahkan.
Eka bertekad untuk terus berupaya sampai suatu saat nanti dapat melihat lahirnya seorang juara dunia catur dari Indonesia. "Itu yang mungkin satu pemikiran saya, satu harapan saya ke depan,” ucapnya.
“Dan saya yakin bahwa suatu saat nanti kita akan mendapatkan atlet catur yang berbakat sekali. Didukung oleh keluarga juga pembinaan yang tepat, maka bukan yang mustahil kalau kita bisa mendapatkan juara dunia dari Indonesia," katanya.

Pendiri Sekolah Catur Utut Adianto (SCUA) dan Pembina PB Percasi Eka Putra Wirya (kiri) saat berfoto bersama dengan pendiri Rekor MURI Jaya Suprana (ketiga dari kanan) dan beberapa penerima penghargaan lainnya di Museum Rekor Dunia Indonesia (Gedung Jaya Suprana Institute), Jakarta, Senin (22/9/2025) (Foto: RRI/Indra Virgiantara)
Dalam kesempatan yang sama Sekjen PB Percasi Henry Hendratno mengapresisasi atas penghargaan yang diberikan MURI. Ia meliat SCUA telah memberikan manfaat yang besar bagi pengembangan catur di Indonesia.
“PB Percasi ikut merasa bangga juga dengan penghargaan dari MURI untuk Sekolah Catur dan Museum Catur Indonesia. Sangat banyak manfaatnya untuk pengembangan catur di Indonesia, terutama bagi kalangan pelajjar taua junior,” katanya.
Selain SCUA dan Museum Catur Indonesia, Rekor MURI juga diberikan kepada sejumlah organisasi dan pribadi yang dinilai menginspirasi. Termasuk kepada Ketua Umum Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI) Dr. H. Rahmat Shah dan penyanyi keroncong Sundari Untinasih Soekotjo.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....