Bulan Ramadan Jadi Momentum Refleksi Spiritual Bagi Tukang Ojek

  • 02 Mar 2026 22:45 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan: Bulan suci Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai waktu menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi momen refleksi spiritual bagi pak Salleh, yang berprofesi sebagai tukang ojek di Nunukan. Di tengah aktivitasnya mengantar penumpang dari satu titik ke titik lain, Ramadan justru menjadi ruang untuk merenungkan tentang kehidupan, ibadah dan akhirat.

Menurut Salleh, perkara kematian menjadi landasan utama dalam menjalani ibadah puasa. Ia meyakini, kesadaran terhadap akhir kehidupan membuat seseorang lebih berhati-hati dalam bertindak dan takut meninggalkan kewajiban sebagai seorang Muslim.

“Kalau kita ingat kematian, pasti ada rasa takut untuk meninggalkan puasa. Puasa itu kewajiban. Kalau ditinggalkan tanpa alasan, tentu ada konsekuensinya,” ujar Salleh, Senin (2/3/2026).

Bagi Salleh, puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sarana untuk memperbaiki diri dan memperbanyak kebaikan. Ia menyadari tidak semua orang mampu menjalankan ibadah puasa secara sempurna, terutama karena faktor usia atau kondisi fisik. Namun menurutnya, niat dan kesungguhan hati tetap menjadi kunci utama.

“Puasa ini menyadarkan kita supaya lebih fokus berbuat baik. Soal mampu atau tidak, itu kembali pada diri masing-masing,” tambahnya.

Penghasilannya sebagai tukang ojek memang tidak selalu menentu, terkadang ramai dan terkadang justru sangat sepi. Terlebih di siang Ramadan, sebagian orang memilih mengurangi aktivitas di luar rumah. Namun, ia tidak menjadikan hal itu sebagai alasan untuk mengeluh.

Justru dalam kondisi itulah ia merasa diuji untuk lebih bersabar. Baginya, rezeki sudah diatur oleh Allah SWT. Tugasnya adalah tetap berusaha dan menjaga niat agar setiap perjalanan yang ditempuh bernilai ibadah.

Di balik kesibukan mencari nafkah, Ramadan menghadirkan kesadaran bahwa kehidupan di dunia bersifat sementara. Bagi mereka, bulan suci ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan waktu untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan mempersiapkan bekal menuju kehidupan akhirat.

Rekomendasi Berita