Menembus Batas, Merajut Masa Depan: Harapan Baru Perempuan dalam Sains

  • 12 Feb 2026 23:58 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Di sebuah wilayah perbatasan yang dikelilingi laut dan pulau-pulau kecil, mimpi tentang laboratorium, robotika, dan eksperimen sains mungkin terdengar jauh bagi sebagian orang. Namun, bagi banyak anak perempuan di Kabupaten Nunukan, mimpi itu mulai menemukan jalannya. Perlahan, tetapi pasti.

Selama bertahun-tahun, sains dan teknologi kerap dipersepsikan sebagai “dunia laki-laki”. Pandangan itu kini kian memudar. Di ruang-ruang kelas sekolah menengah, semakin banyak siswi yang memilih jurusan IPA, aktif dalam praktik laboratorium, hingga tertarik pada teknologi digital. Fenomena ini menjadi sinyal positif bahwa perubahan sedang berlangsung.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nunukan, Arpiah, S.T., M.I.Kom, melihat perkembangan tersebut sebagai peluang besar bagi daerah. Menurutnya, kesetaraan akses pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.

“Sebagai lembaga legislatif, DPRD Nunukan berkomitmen mendorong kesetaraan akses pendidikan, termasuk di bidang sains dan teknologi. Kami mendukung kebijakan pendidikan yang inklusif serta anggaran yang berpihak pada peningkatan kualitas SDM perempuan,” ujar Arpiah, pada Kamis (12/2/2026).

Tantangan di Ujung Negeri

Meski semangat terus tumbuh, realitas di lapangan belum sepenuhnya ideal. Keterbatasan akses teknologi, kondisi geografis kepulauan, serta minimnya fasilitas laboratorium di sejumlah sekolah masih menjadi hambatan. Di sisi lain, persoalan sosial seperti pernikahan dini juga kerap memutus langkah anak perempuan untuk melanjutkan pendidikan.

Namun, justru dari tantangan itulah harapan menemukan maknanya. DPRD melalui fungsi penganggaran dan pengawasan terus mendorong pemerataan sarana pendidikan, pembangunan laboratorium, penyediaan perangkat digital, serta peningkatan kualitas tenaga pendidik, terutama di wilayah terpencil.

Bagi Arpiah, setiap anak, tanpa memandang gender, berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang.

Dari Kesetaraan Menuju Afirmasi

Saat ini, kebijakan pendidikan daerah di Nunukan telah mengarah pada prinsip kesetaraan. Meski belum ada regulasi khusus yang secara spesifik mengatur dukungan bagi anak perempuan di bidang STEM, DPRD membuka ruang untuk menginisiasi regulasi yang lebih fokus di masa depan.

“Ke depan, kami mendorong adanya afirmasi khusus bagi anak perempuan yang berprestasi di bidang sains dan teknologi, baik melalui beasiswa maupun program pembinaan,” kata Arpiah.

Langkah ini diyakini dapat menjadi pintu masuk lahirnya lebih banyak ilmuwan muda, insinyur, dan ahli teknologi dari Nunukan.

Inspirasi dari Ruang Kelas

Di banyak sekolah, guru mulai melihat perubahan minat belajar siswi. Mata pelajaran fisika, kimia, dan biologi tidak lagi dianggap menakutkan. Bahkan, di beberapa sekolah, jumlah siswi yang memilih kelas IPA justru lebih banyak dibandingkan siswa laki-laki.

Kondisi ini menandakan bahwa potensi perempuan di bidang sains sesungguhnya sangat besar. Yang dibutuhkan adalah dukungan berkelanjutan, baik dari keluarga, sekolah, masyarakat, maupun pemerintah.

Merajut Masa Depan Berbasis Ilmu Pengetahuan

Transformasi digital juga menjadi peluang penting. Program pelatihan keterampilan digital dan pembelajaran berbasis teknologi jarak jauh mulai dimanfaatkan untuk menjangkau wilayah-wilayah terluar. DPRD terus mendorong agar program tersebut semakin menyentuh anak perempuan di daerah terpencil.

Bagi Arpiah, masa depan Nunukan sangat bergantung pada kualitas generasi mudanya, termasuk perempuan.

“Jangan pernah ragu mengejar cita-cita. Teruslah belajar, percaya diri, dan manfaatkan setiap kesempatan. Masa depan daerah sangat membutuhkan generasi perempuan yang unggul di bidang pengetahuan,” pesannya.

Di perbatasan negeri, di tengah keterbatasan, mimpi-mimpi besar itu tumbuh. Dari ruang kelas sederhana, dari buku-buku pelajaran, dan dari semangat anak-anak perempuan yang berani membayangkan masa depan. Mereka adalah harapan baru Nunukan—menembus batas, merajut masa depan melalui sains dan teknologi.

Rekomendasi Berita