Belajar dari Kisah Nabi Ayub: Sabar Hadapi Ujian
- 06 Apr 2023 06:36 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Nabi Ayub adalah salah satu keturunan dari Nabi Ishaq yang diperintahkan oleh Allah SWT untuk menyebarkan dakwah. Ia diperintah menyebarkan dakwah di negerinya, yaitu Batsniyyah, Huran.
Dirangkum Gramedia, sebelum ujian kesabaran menimpanya, Nabi Ayub dikaruniai berlimpah kenikmatan oleh Allah SWT. Di antaranya dikaruniai badan sehat dengan wajah yang rupawan.
Nabi Ayub juga diberi anugerah berupa keturunan yang baik, dan seorang istri yang setia. Menurut pendapat ulama, nama istri Nabi Ayub adalah Rahma binti Afraim bin Yusuf bin Ya’qub.
Allah SWT juga memberikan harta yang melimpah, sehingga Nabi Ayub menjadi seorang yang kaya raya. Tidak hanya berupa uang, harta tersebut juga mewujud dalam bentuk tanah dan bangunan yang luas di daerah Batsniyyah.
Beliau juga memiliki bermacam binatang ternak dalam jumlah yang sangat banyak, hingga tidak ada orang yang dapat menandinginya. Binatang ternak tersebut berupa unta, sapi, kuda, keledai, dan kambing.
Dengan banyaknya nikmat yang telah Allah diberikan, Nabi Ayub pun rajin bersyukur. Beliau menjadi seorang hamba yang bertakwa dan menyayangi sesama.
Nabi Ayub rajin menyantuni anak yatim, janda, duafa, dan orang yang sedang dalam perjalanan. Ia juga menolong mereka yang tidak memiliki biaya untuk melanjutkan perjalanan ke negara asalnya, (ibnu sabil).
Namun, Allah kemudian memberi ujian kepada Nabi Ayub dengan mengambil kembali seluruh nikmat yang diberikan. Pertama, Allah timpakan kepada Ayub penyakit kulit di sekujur tubuhnya.
Putra-putri Nabi Ayub pun Allah SWT ambil, semuanya meninggal dunia. Dengan kondisi penyakitnya, semua orang menjauhi, Nabi Ayub terpaksa mengasingkan diri ke suatu tempat.
Hanya istri yang menemani, juga dua orang sahabat yang selalu mengunjungi. Ketika penyakitnya semakin parah dan diusir dari negerinya, Nabi Ayub tetap bersabar, terus berzikir dan berdoa kepada Allah.
Hingga suatu hari, Allah SWT menurunkan sebuah wahyu agar Nabi Ayub menghantamkan kakinya ke tanah. Dari hantaman tersebut, keluarlah mata air yang jernih dan kemudian digunakan oleh Nabi Ayub untuk mandi dan minum.
Seketika, penyakit di tubuhnya sembuh tidak berbekas. Nabi Ayub sembuh seperti sedia kala.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....