Pelantikan PDNI Kepulauan Nias, Momentum Perkuat Pengabdian

  • 05 Okt 2026 11:38 WIB
  •  Nias Selatan

RRI.CO.ID, Nias Selatan - Pelantikan pengurus Perkumpulan Doktor Nias Indonesia (PDNI) Kepulauan Nias diharapkan bukan sekadar seremoni organisasi, tetapi momentum untuk memperkuat tanggung jawab moral dan intelektual kepada tanah kelahiran. Oleh karena itu, kepercayaan yang diberikan kepada kepengurusan baru harus dipandang sebagai amanah untuk mengabdi bukan sebagai kebanggaan pribadi.

Hal itu ditegaskan Ketua PDNI Kepulauan Nias, Dr. Yasatulo Lase, usai dilantik sebagai Ketua PNDI Kepulauan Nias, Sabtu, 3 Oktober 2026. Pelantikan berlangsung di Hall Defnas Teluk Dalam, Nias Selatan.

Menurutnya, ilmu pengetahuan yang dimiliki para Doktor tidak boleh berhenti pada gelar akademik yang disandang. Gelar Doktor justru menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kepulauan Nias.

"PDNI Kepulauan Nias diharapkan menjadi rumah bersama bagi para intelektual Nias untuk berpikir, berdiskusi, bekerja, berkolaborasi, dan menghasilkan gagasan bagi kemajuan daerah. PDNI diharapkan mampu melahirkan penelitian, rekomendasi kebijakan, inovasi, serta berbagai bentuk kerja kolaboratif yang dapat menjawab persoalan pembangunan," ujarnya.

Dr. Yasatulo Lase menyebut Kepulauan Nias memiliki kekayaan alam, budaya, sejarah, sumber daya manusia, serta potensi ekonomi yang besar. Namun, potensi tersebut masih dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur, konektivitas antarwilayah, digitalisasi, pariwisata, pertanian hingga penguatan kelembagaan pemerintah.

Keragaman keahlian para Doktor yang tergabung dalam PDNI dinilai menjadi modal penting untuk menjawab berbagai persoalan tersebut. Keahlian di bidang pendidikan, hukum, ekonomi, pemerintahan, kesehatan, teologi, teknologi pertanian, kelautan, sosial budaya dan bidang lainnya diharapkan dapat disatukan menjadi sumber pemikiran strategis bagi Kepulauan Nias.

"Oleh karena itu saya mengajak anggota PDNI membangun tradisi intelektual yang tidak hanya membahas persoalan tetapi turut menghadirkan solusi. Pertanyaan yang perlu dikembangkan bukan hanya mengenai apa masalah Nias, melainkan apa yang dapat dilakukan untuk menyelesaikannya sesuai kemampuan masing-masing," ungkapnya.

Dengan semangat “Sanuwu Tanoniha” atau PDNI sebagai tonggak kemajuan Kepulauan Nias, kata Yasatulo, organisasi tersebut diarahkan menjadi mitra strategis pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan. Pelantikan kepengurusan baru ini disebut sebagai titik awal untuk membuktikan bahwa kehadiran PDNI benar-benar dapat memberikan manfaat, dengan mengubah gelar menjadi pengabdian, ilmu menjadi karya, dan gagasan menjadi program.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....