KREASI bersama Pemkab Nisel Susun SOP Pokja BSAN

  • 08 Sep 2026 21:01 WIB
  •  Nias Selatan

RRI.CO.ID, Nias Selatan - Program KREASI Save the Children Indonesia menggelar Lokakarya Penyusunan SOP Pokja BSAN (Budaya Sekolah Aman dan Nyaman) di Hotel Yonnas, Teluk Dalam, Selasa, 8 September 2026. Kegiatan ini dihadiri perwakilan lintas sektoral, Akademisi dan lembaga pemerhati anak.

Lokakarya tersebut dibuka secara resmi oleh Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Nias Selatan, Amsarno Sarumaha. Turut hadir Koordinator Advokasi Program KREASI Nias Selatan, Reinhard Simanjuntak, Kepala Bapperida, Abdiel Amazihono, Kepala Disdukcapil, Deri Dohude, Kakan Kemenag, Fadlin Gea, serta Manajer LOB Ministries, Pdt. Avoda Bago.

Dalam sambutannya, Amsarno Sarumaha menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Nias Selatan menyambut baik penyusunan standar operasional prosedur (SOP) yang bertujuan menciptakan lingkungan aman dan nyaman bagi anak. Ia berharap SOP tersebut tidak dibuat secara kaku, melainkan mampu menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi anak.

"Saya berharap anak-anak juga bisa dilibatkan dalam penyusunan SOP ini. Karena sasaran dari SOP ini adalah anak-anak," ujarnya.

Pj. Sekda Nias Selatan, Amsarno Sarumaha, membuka pelaksanaan Lokakarya Penyusunan SOP Pokja BSAN (Budaya Sekolah Aman dan Nyaman) di Hotel Yonnas, Teluk Dalam, Selasa, 8 September 2026. (Foto: Dok. KREASI)

Ia menekankan agar SOP yang disusun harus mampu memberikan rasa aman dan nyaman kepada anak sejak usia dini. Selain aspek perlindungan, SOP tersebut diharapkan turut membangun kebiasaan positif, seperti menjaga kebersihan dan menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

"Jika SOP ini nantinya telah dihasilkan, harapannya dapat diuji ditengah-tengah sekolah sehingga dimana ada kekakuan disitu akan dievaluasi," kata Amsarno.

Menurutnya, penyusunan SOP juga tidak cukup hanya mempertimbangkan kondisi anak saat ini, tetapi harus memperhatikan perkembangan zaman yang berlangsung cepat. Perubahan situasi setiap waktu menjadi salah satu hal yang perlu diantisipasi agar anak tetap dapat menerima, menikmati, dan menjalani masa kanak-kanaknya dengan baik.

Amsarno juga mengingatkan bahwa persoalan yang dihadapi anak tidak selalu berasal dari faktor internal, tetapi dapat dipengaruhi lingkungan dan berbagai faktor dari luar. Karena itu, diperlukan SOP yang mampu memberikan perlindungan secara menyeluruh sekaligus menyesuaikan dengan tantangan yang dihadapi anak pada masa kini.

Peserta Lokakarya Penyusunan SOP Pokja BSAN (Budaya Sekolah Aman dan Nyaman) di Hotel Yonnas, Teluk Dalam, Selasa, 8 September 2026. (Foto: Dok. KREASI)

"Maka kami harapkan ini bisa kita hasilkan satu SOP, yang bisa kita sampaikan kepada anak-anak. Dan kalau ini baik maka ini akan menjadi teladan bagi Kabupaten/Kota lain," ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator Advokasi Program KREASI, Reinhard Simanjuntak mengemukakan, keberadaan SOP ini penting agar stakeholder yang terlibat dalam Pokja BSAN tidak saling melempar tanggung jawab dalam menangani setiap kasus.

"Ketika ada kasus bagaimana SOP-nya, kita lakukan simulasi. Mana yang tidak jalan kita revisi lagi karena SOP ini tetap mendapatkan masukan," kata Reinhard.

Ia menambahkan, pada pertemuan berikutnya pihaknya berharap dapat memperkuat sinergi dengan Kepolisian Resor (Polres) dan Kejaksaan, terutama dalam aspek yang berkaitan dengan penanganan hukum. Saat ini, koordinasi dengan kedua institusi tersebut masih dalam proses dan diharapkan dapat mendukung mekanisme penanganan kasus secara lebih terpadu.

Koordinator Advokasi Program KREASI, Reinhard Simanjuntak pada pelaksanaan Lokakarya Penyusunan SOP Pokja BSAN (Budaya Sekolah Aman dan Nyaman) di Hotel Yonnas, Teluk Dalam, Selasa, 8 September 2026. (Foto: Dok. KREASI)

Ia berharap Pokja BSAN dapat menjalankan fungsinya secara efektif sehingga mekanisme penanganan laporan dapat berjalan dengan baik. Reinhard juga melihat adanya semangat yang luar biasa dari para pihak yang terlibat dan berharap sepanjang tahun ini Pokja BSAN dapat berjalan maksimal serta menjadi fondasi yang kuat untuk pelaksanaan tugas ke depannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....