Pemkab Nisel dan TNI Siapkan Langkah Percepatan Penanganan Longsor di Taluzus

  • 12 Agt 2026 15:52 WIB
  •  Nias Selatan

RRI.CO.ID, Nias Selatan - Bupati Nias Selatan, Sokhiatulo Laia, menerima kunjungan Dandim 0213/Nias, Letkol Inf. Indra Rukmana, S.H., Selasa, 11 Agustus 2026. Pertemuan ini membahas percepatan penanganan longsor yang menyebabkan putusnya jalan penghubung Lahusa-Gomo di Desa Taluzusua, Kecamatan Sidu'ori.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Nias Selatan memaparkan kondisi terkini di lapangan. Menanggapi hal itu, Dandim 0213/Nias menyatakan kesiapan untuk mendukung Pemkab Nias Selatan.

"Kami sudah menyiapkan personel dan alat berat. TNI hadir untuk rakyat dan kami akan bergotong royong bersama masyarakat," kata Letkol Inf. Indra Rukmana, S.H., menegaskan.

Penyediaan alat berat ini diharapkan mempercepat pembukaan kembali akses jalan yang tertutup material longsor. Selain itu Anggota TNI AD juga akan diterjunkan untuk membantu evakuasi dan pembersihan lokasi secara gotong royong bersama masyarakat.

Pertemuan Bupati Nias Selatan, Sokhiatulo Laia dan Dandim 0213/Nias, Letkol Inf. Indra Rukmana, S.H., Selasa, 11 Agustus 2026. (Foto: Diskominfo Nias Selatan)

Pihaknya juga memastikan segera melakukan penanganan terhadap jembatan Susua. Dengan demikian akses warga dan distribusi kebutuhan pokok dapat kembali berjalan lancar.

Pemerintah Kabupaten Nias Selatan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan berhati-hati, serta mendukung penuh upaya perbaikan yang sedang dilakukan oleh tim gabungan. Sinergi kuat antara Pemda, TNI, dan seluruh elemen masyarakat adalah kunci utama menghadapi bencana tersebut.

Usai pertemuan, Bupati Nias Selatan bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang terdiri dari Dandim Nias, Danlanal, dan Kapolres Nias Selatan, turun langsung meninjau titik jalan putus akibat tanah longsor di Desa Taluzusua, Kecamatan Sidua'ori.

Seperti diketahui, longsor telah menyebabkan jalan tersebut putus pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Jalan ini merupakan akses yang menghubungkan delapan Kecamatan yakni Siduaori, Gomo, Mazo, Ulumazo, Boronadu, Uluidanotae, Umbunasi, dan Idanotae.

Putusnya akses menyebabkan kendaraan pengangkut hasil pertanian dan kebutuhan pokok tidak dapat beroperasi secara normal. Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah menjadi terganggu.

Hingga berita ini diturunkan, proses pengerjaan penanganan jalan putus tersebut terus dikerjakan. Masyarakat setempat juga ikut bergotong-royong bekerjasama guna mempercepat penyelesaian perbaikannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....