Jumlah Penyuluh Agama Terbatas Jadi Tantangan Pelayanan Keagamaan di Nisel

  • 01 Jul 2026 09:41 WIB
  •  Nias Selatan

RRI.CO.ID, Nias Selatan - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nias Selatan, Fadlin Gea, S.Pd., mengungkapkan bahwa keterbatasan jumlah Penyuluh Agama Kristen masih menjadi tantangan dalam memberikan pelayanan keagamaan di wilayah tersebut. Dengan cakupan 35 kecamatan, saat ini hanya terdapat 38 Penyuluh Agama Kristen yang bertugas.

Menurutnya, rasio tersebut menunjukkan bahwa rata-rata hanya tersedia sekitar satu Penyuluh untuk Setiap kecamatan sehingga pelayanan belum dapat menjangkau seluruh wilayah secara optimal. Bahkan, masih terdapat beberapa kecamatan yang belum memiliki Penyuluh Agama Kristen karena keterbatasan tenaga yang tersedia.

Kendala ini ia kemukakan saat menyampaikan sambutan pada wisuda Sarjana ke-14 STT Injili Arastamar Nias Selatan (SETIA), Selasa, 30 Juni 2026, yang berlangsung di Hall Defnas, Teluk Dalam, Nias Selatan. Untuk mengatasi kondisi tersebut, Kementerian Agama Kabupaten Nias Selatan telah mengusulkan penambahan jumlah Penyuluh kepada Kementerian Agama RI.

“Kita meminta setidaknya paling tidak lima Penyuluh Agama Kristen untuk setiap Kecamatan. Tentu pertanyaannya siapa lagi nanti yang mengisi kalau usulan itu disetujui, tentu para wisudawan-wisudawati hari ini harus siap untuk mengisi kekosongan itu,” ungkapnya.

Selain menyampaikan usulan penambahan tenaga, Kepala Kantor Kemenag Nias Selatan juga memohon dukungan Pemerintah Daerah dalam menyukseskan berbagai program Kementerian Agama. Dukungan tersebut dinilai penting untuk memperkuat pembinaan kehidupan kerukunan umat beragama di Kabupaten Nias Selatan.

Ia menjelaskan bahwa evaluasi terhadap penempatan Penyuluh telah dilakukan sekitar satu minggu sebelumnya dan hasilnya menunjukkan masih adanya kendala dalam pemerataan penugasan. Kondisi geografis serta keterbatasan jumlah Penyuluh menjadi faktor utama yang menyebabkan belum semua kecamatan dapat terlayani secara optimal.

“Dan memang kadang-kadang kondisi tempat, terlebih juga keadaan kurangnya Penyuluh maka tidak semua Kecamatan ada Penyuluh Agama Kristen. Oleh karena itu kami mohon dukungannya, semoga apa yang telah kita usulkan nanti bisa disetujui di Kementerian Pusat,” harap Fadlin.

Ia berpesan kepada seluruh wisudawan dan wisudawati agar terus belajar dan mengembangkan kompetensi setelah menyelesaikan Pendidikan. Ia juga mengajak para lulusan untuk menjaga nama baik almamater, mengabdikan ilmu bagi kemuliaan Tuhan, kemajuan Gereja, pembangunan bangsa serta kesejahteraan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....