Kakan Kemenag Nisel dan Camat PP Batu Timur Bahas Peningkatan Layanan Keagamaan
- 23 Apr 2026 21:52 WIB
- Nias Selatan
RRI.CO.ID, Nias Selatan - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nias Selatan, Fadlin Gea, S.Pd menerima kunjungan Camat Pulau-Pulau Batu Timur, Asarudi Giawa bersama Kepala Desa Labuhan Hiu, Helfidar Chaniago. Pertemuan ini berlangsung di ruang kerja Kakan Kemenag Nias Selatan, Kamis 23 April 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Camat dan Kepala Desa menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi masyarakat di wilayah Pulau-Pulau Batu Timur. Utamanya terkait layanan keagamaan, khususnya ketika membutuhkan pelayanan pernikahan.
Jarak tempuh yang jauh serta keterbatasan sarana transportasi menjadi tantangan utama bagi masyarakat. Untuk itu keduanya mengusulkan agar pelaksanaan akad nikah dapat difasilitasi langsung di wilayah tersebut.
Pemerintah setempat juga menyatakan kesiapan untuk mendukung kebutuhan ini, termasuk menyediakan tempat tinggal bagi penghulu yang akan bertugas. Hal ini diharapkan dapat mempermudah pelayanan serta mendekatkan akses keagamaan kepada masyarakat.
Selain itu, disampaikan juga keinginan masyarakat untuk mendirikan Kantor Urusan Agama (KUA) di Kecamatan Pulau-Pulau Batu Timur. Kecamatan ini diketahui terdiri dari 10 desa dengan jumlah umat muslim yang cukup signifikan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Kemenag Nias Selatan menjelaskan bahwa saat ini telah terdapat lima KUA yang tersebar di wilayah Nias Selatan. Namun demikian, kebutuhan akan penambahan KUA atau setidaknya perwakilan KUA di wilayah Kepulauan menjadi hal yang perlu dipertimbangkan secara serius.
Sebagai tindak lanjut, pihaknya akan mengagendakan kunjungan langsung ke wilayah Pulau-Pulau Batu Timur guna melihat kondisi di lapangan. Kunjungan tersebut juga telah dijadwalkan bagi Plt. Kasi Pendidikan dan Bimas Islam untuk melakukan peninjauan awal.
Selain membahas layanan keagamaan, dalam audiensi tersebut juga disinggung potensi pembangunan Madrasah di wilayah tersebut. Bahkan disebutkan bahwa terdapat aset berupa Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) yang berpotensi dihibahkan untuk mendukung pembangunan Madrasah yang lebih representatif dimasa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....