Sarana Terbatas, Hasil Tangkapan Nelayan Tradisional Tidak Maksimal
- 07 Apr 2026 15:51 WIB
- Nias Selatan
Poin Utama
- Sarana yang terbatas menyebabkan hasil tangkapan nelayan tradisional tidak maksimal
- Nelayan tradisional Nias Selatan membutuhkan bantuan sarana prasarana pendukung aktivitas melaut
- Pemkab Nias Selatan membangun koordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk membantu para nelayan di wilayah ini
RRI.CO.ID, Nias Selatan - Mengandalkan peralatan seadanya menjadikan para nelayan tradisional melakukan aktivitas melaut secara sederhana. Mulai dari lokasi yang tidak bisa terlalu jauh dari pinggir pantai hingga kapasitas perahu yang terbatas membuat hasil tangkapan tidak maksimal.
Belum lagi dengan kondisi cuaca yang tidak bersahabat. Nelayan tradisional berperahu kecil tentunya sangat rentan terhadap resiko gelombang laut tinggi dan angin kencang.
Seperti halnya yang dialami nelayan di Desa Sondregeasi, Kecamatan Luahagundre Maniamolo, Kabupaten Nias Selatan. Kondisi cuaca tak menentu sejak satu bulan lalu menyebabkan penghasilan mereka juga tidak menentu.
"Namanya cari penghasilan, kalau dirumah saja tidak ada beli beras," tutur salah seorang nelayan setempat, Ama Lira Wau kepada RRI saat ditemui dilokasi penambatan perahu, Selasa 7 April 2026. "Sekarang nggak ada, mungkin besok ada, bergantung rejeki."
Ia mengemukakan, keterbatasan peralatan yang dimiliki membuat nelayan tradisional seperti dirinya tidak bisa berlama-lama saat melaut. Biasanya, jika cuaca sedang bersahabat, Ama Lira berangkat jam 4 subuh dan kembali ke daratan pada jam 8 atau 9 pagi.
Dengan hasil yang tidak maksimal ini, ia pun berharap agar mendapatkan bantuan untuk para nelayan. Baik secara sarana prasarana maupun bantuan lainnya untuk mengurangi biaya sehari-hari saat hasil tangkapan nelayan minim atau bahkan nihil.
"Nggak ada bantuan," ungkapnya. "Itulah harapan nelayan, mudah-mudahan diperhatikan, diberikan bantuan."
Sektor perikanan merupakan salah satu sektor potensial yang dimiliki Kabupaten Nias Selatan. Namun potensi ini belum dapat dimanfaatkan secara maksimal utamanya keterbatasan sarana melaut bagi para nelayan.
Pada awal Januari 2026 lalu, Wakil Bupati Nias Selatan dalam sebuah podcast mengungkapkan pemanfaatan potensi perikanan memerlukan pengelolaan dan perhatian yang lebih serius.
Oleh karena itu, Pemkab Nias Selatan saat ini terus berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam mendukung upaya tersebut. Koordinasi ini diharapkan dapat membawa hasil yang positif sehingga potensi perikanan di Kabupaten Nias Selatan dapat dimanfaatkan secara maksimal dengan peralatan yang lebih memadai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....