BMKG Sumut: 55 Persen Wilayah Sumut Masuk Musim Kemarau

  • 23 Feb 2026 14:03 WIB
  •  Nias Selatan

RRI.CO.ID, Nias Selatan - Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Balai Besar Wilayah I Medan merilis Informasi Peringatan Dini Cuaca dan Iklim Provinsi Sumatera Utara untuk periode Dasarian Ill Februari 2026, Senin 23 Februari 2026. Dasarian adalah satuan waktu meteorologi dan klimatologi yang memiliki durasi selama 10 hari berturut-turut.

Dengan demikian, dalam satu bulan dibagi menjadi tiga dasarian, yaitu Dasarian I (tanggal 1–10), Dasarian II (tanggal 11–20), dan Dasarian III (tanggal 21–akhir bulan). Istilah ini umum digunakan oleh BMKG untuk memantau curah hujan dan prakiraan cuaca, terutama sektor pertanian.

"Berdasarkan update Dasarian I Februari 2026, terpantau 55 persen zona musim di wilayah Sumatera Utara sudah memasuki musim kemarau," ujar Kepala BMKG Wilayah I Medan, Hendro Nugroho dalam keterangan tertulisnya. "Sementara 45 persen wilayah lainnya masih dalam musim hujan."

Berdasarkan tinjauan parameter iklim secara umum pada dasarian I Februari 2026, hasil monitoring IOD (Indian Ocean Dipole) sebesar (+0.19). Sedangkan Indeks ENSO (El Niño-Southern Oscillation) bulanan sebesar (-0.4).

IOD Netral diprediksi akan bertahan hingga pertengahan tahun 2026. Hal yang sama juga terjadi untuk ENSO Netral.

Indian Ocean Dipole (IOD) adalah fenomena interaksi atmosfer dan suhu muka laut di Samudra Hindia (antara pantai timur Afrika dan barat Sumatra) yang memengaruhi pola curah hujan di Indonesia. IOD, yang dipantau BMKG, terdiri dari fase positif (kurang hujan) dan negatif (hujan tinggi/banjir).

Sementara El Niño-Southern Oscillation (ENSO) adalah fenomena iklim berskala besar di Samudra Pasifik tropis yang ditandai dengan fluktuasi suhu permukaan laut (panas/dingin) dan tekanan udara di atasnya. ENSO memiliki tiga fase utama yaitu El Niño (hangat/kekeringan di Indonesia), La Niña (dingin/hujan tinggi), dan Netral.

Untuk wilayah yang masih berada dalam zona musim hujan, BMKG mengimbau perlunya kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor. Sejumlah wilayah di Sumatera Utara masih berpotensi hujan sedang hingga lebat di Dasarian III Februari 2026 (21 - 28 Februari 2026).

Adapun wilayah tersebut diantaranya Kabupaten Langkat, Deli Serdang, Karo, Dairi, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan dan Batubara. Kemudian Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Mandailing Natal, Simalungun, Labuhan Batu Utara dan Kepulauan Nias.

"Sehubungan dengan hal tersebut, kiranya informasi ini dapat dijadikan kewaspadaan dan pertimbangan untuk melakukan langkah mitigasi sebagai dampak dari kedua kondisi tersebut," tambah Hendro Nugroho. "Apabila memerlukan informasi lebih rinci terkait dengan informasi iklim, prakiraan cuaca dan peringatan dini dapat menghubungi BMKG Kelas I Sumatera Utara."

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....