Mencapai World Heritage, Kementerian Kebudayaan Beri Tiga Tips
- 14 Feb 2026 23:40 WIB
- Nias Selatan
RRI.CO.ID, Nias Selatan - Upaya penetapan Kawasan Cagar Budaya Bawomataluo menjadi Warisan Budaya Dunia UNESCO masih menemui jalan panjang. Namun, hal ini merupakan sesuatu hal yang wajar mengingat penetapan status sebagai World Heritage tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Untuk menuju World Heritage UNESCO, Rais Kari, AP., MM, Kabid Pelestarian dan Pengelolaan Cagar Budaya Disbudparekraf Sumatera Utara berbagi tiga tips terkait hal tersebut. Tips dari Kementerian Kebudayaan RI ini ia sampaikan pada acara sosialisasi Kawasan Cagar Budaya Bawömataluo UNESCO World Heritage tahun 2026 di halaman desa Bawömataluo, Jumat 13 Februari 2026.
"Pertama kesabaran, karena ini tidak begitu kita usulkan langsung jadi, tidak," ujarnya. "Butuh waktu dan proses yang panjang, tidak begitu kita deklarasikan hari ini, tahun ini jadi tetapi butuh waktu panjang."
Kedua, lanjut Rais, konsisten. Dalam arti kebijakan Pemerintah dari Pusat hingga Kabupaten mendukung untuk itu. Dan tips ketiga adalah terkait dengan tujuannya bukan gagah-gagahan atau hadiah sehingga langsung terwujud.
"Dia murni untuk mendapatkan pengakuan UNESCO dan untuk masyarakat," ungkapnya. "Artinya berkaca dari Kota Sawahlunto yang dalam empat tahun sudah ditetapkan menjadi Warisan Dunia, maka jika kita gaungkan tahun 2026, maka mudah-mudahan di tahun 2030 nanti itu sudah tercapai."
Menurutnya tidak perlu terburu-buru dalam mempersiapkan langkah yang harus ditempuh untuk mewujudkan harapan bersama tersebut. Namun setidaknya sudah memulai dengan adanya dukungan semua pihak.
Utamanya dukungan Pemerintah setempat mulai dari Desa hingga Kabupaten. Sehingga perjuangan panjang tersebut bisa membuahkan hasil dan Bawomataluo pada saat nya akan ditetapkan menjadi Warisan Budaya Dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....