Disbudparekraf Provsu Gelar Sosialisasi Terkait World Heritage

  • 18 Feb 2026 14:04 WIB
  •  Nias Selatan

RRI. CO.ID, Nias Selatan - Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Utara menggelar sosialisasi langkah-langkah persiapan kawasan Cagar Budaya Bawömataluo menuju nominasi World Heritage atau Warisan Budaya Dunia UNESCO, Jumat 13 Februari 2026. Kegiatan ini bertempat di halaman desa Bawömataluo Kecamatan Fanayama Kabupaten Nias Selatan.

Empat orang narasumber menjadi pemateri pada sosialisasi tersebut. Mereka adalah Doni Prasetyo dari Direktorat Diplomasi Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI, Dwi Fajariyatno, SS., MA dari Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Sumatera Utara, Isnen Fitri, ST., M.Eng, PhD sebagai Tenaga Ahli Cagar Budaya Provinsi Sumatera Utara dan Rahmat Gino, Sekretaris Dinas Kebudayaan Kota Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat.

Pada sosialisasi yang diikuti oleh Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat dan Pemuda desa Bawomataluo tersebut memaparkan langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mendukung agar Desa Bawomataluo segera menjadi Warisan Budaya Dunia. Mengingat 20 tahun lamanya harapan agar desa tersebut mendapatkan status tersebut masih belum terealisasi.

"Puluhan tahun Desa Bawomataluo diperjuangkan ke UNESCO mulai 1995," kata Kepala Desa Bawomataluo, Teruna Wau. "Puji syukur tanggal 13 Februari 2026 kembali ada hasrat untuk memperjuangkan Bawomataluo menjadi Warisan Dunia."

Ia menekankan bahwa Bawomataluo bukan hanya milik masyarakat desa, melainkan aset nasional yang harus dijaga bersama. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat dinilai menjadi kunci utama dalam membangun serta mempersiapkan berbagai persyaratan yang dibutuhkan UNESCO.

"Perjuangan Bawomataluo untuk menjadi Warisan Budaya Dunia lebih awal dari perjuangan Kota Sawahlunto di Sumatera Barat," ungkapnya. "Tetapi Sawahlunto orangnya cekatan untuk mengejar warisan dunia, kita di Nias Selatan sedang dalam perjuangan."

Pada kesempatan tersebut, Kepala Desa Bawomataluo, Teruna Wau meminta agar dibentuk Tim Percepatan Penetapan Desa Bawomataluo sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO. Tim ini nantinya yang akan merumuskan langkah selanjutnya serta membangun koordinasi serta komunikasi dengan berbagai sektor dan juga Pemerintah sehingga target untuk mendapatkan status tersebut tidak lagi hanya sebatas wacana semata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....