Bupati Nisel Tekankan Stunting Butuh Intervensi Lintas Sektoral

  • 04 Feb 2026 18:54 WIB
  •  Nias Selatan

RRI.CO.ID, Nias Selatan – Pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 oleh Kecamatan yang berada di Zona III.1 berlangsung Rabu, 4 Februari 2026. Musrenbang yang dipusatkan di gedung Gereja BNKP Jemaat Efata Hilifadolo, Kecamatan Lolowau, Nias Selatan diikuti oleh Kecamatan O’ou, Lolowau, Hilisalawa’ahe dan Hilimegai.

Tidak hanya membahas pembangunan secara umum, Musrenbang Kecamatan kali ini juga dibarengi dengan pelaksanaan Musrenbang Tematik Stunting 2027. Musrenbang ini membahas langkah yang dilakukan Desa dan Kecamatan untuk mempercepat penurunan stunting.

Dalam sambutan Bupati Nias Selatan, Sokhiatulo Laia, yang dibacakan Camat Lolowau, Rozama Ndruru, beberapa hal disampaikan terkait penanganan stunting. Salah satunya adalah soal penanganan stunting yang tidak hanya merupakan urusan sektor kesehatan.

Menurut Bupati Nias Selatan, penanganan stunting membutuhkan intervensi lintas sektoral. Pasalnya, stunting dapat diturunkan melalui peningkatan sektor lainnya.

"Dalam konteks Musrenbang Tematik Stunting, perlu saya tegaskan bahwa penanganan stunting bukan hanya urusan sektor kesehatan tetapi membutuhkan intervensi lintas sektor," ujar Bupati Nias Selatan dalam sambutan tersebut. "Mulai dari perencanaan desa, sanitasi dan air bersih, ketahanan pangan keluarga, pendidikan hingga perlindungan sosial."

Oleh karena itu seluruh Perangkat Daerah, Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa diminta untuk memastikan bahwa usulan program dan kegiatan benar-benar mendukung percepatan penurunan stunting secara terintegrasi. Bupati Nias Selatan juga mengajak semua pihak untuk memastikan bahwa setiap usulan program disusun secara jelas, terukur dan realistis.

Penyusunan usulan tersebut juga harus sesuai kewenangan, mendukung prioritas pembangunan daerah, menjawab isu strategis wilayah serta selaras dengan tema RKPD tahun 2027 dan agenda percepatan penurunan stunting. Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan diukur dari dampak yang nyata bagi masyarakat terutama dalam peningkatan kualitas hidup keluarga, ibu dan anak di Desa dan Kecamatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....