Dr. Rebecca Laiya: Pendekatan Gen-Z Dilakukan Tanpa Menggurui

  • 06 Nov 2025 20:08 WIB
  •  Nias Selatan

KBRN, Nias Selatan: Benarkah Gen-Z apatis untuk berpartisipasi dalam politik seperti Pemilu? Pertanyaan ini dilontarkan kepada Dr. Rebecca Evelyn Laiya, MRE, Dosen sekaligus Wakil Rektor III UNIRAYA dalam podcast perdana KPU Kabupaten Nias Selatan, Kamis (6/11/2025).

Podcast yang tayang di kanal YouTube KPU Kabupaten Nias Selatan tersebut mengangkat tema “Strategi Pemberdayaan Pemilih Pemula (Gen Z): Dari Apatis Menjadi Partisipatif”. Podcast yang dipandu Romega Tiarma Damanik, S.Kom ini menghadirkan narasumber Dr. Rebecca Evelyn Laiya, MRE dari UNIRAYA

dan Kordiv SDM dan Parmas KPU Kabupaten Nias Selatan, Isiani Gohae.

Menjawab pertanyaan tersebut, Dr. Rebecca Laiya mengatakan sebenarnya Gen Z bukan apatis terhadap politik, namun generasi ini harus didekati dengan cara yang berbeda dibanding generasi lainnya. Menurutnya hal itu disebabkan Gen Z lahir di masa dimana teknologi telah hadir sehingga internet maupun medsos sudah menjadi familiar di kehidupan mereka.

"Karena mereka itu memang saat mereka lahir, teknologi sudah ada jadi sangat familiar dengan medsos, internet," kata Dr. Rebecca. "Maka pendekatannya harus yang unik."

Ia menerangkan, pendekatan dilakukan dengan cara tidak menggurui, lebih banyak dilibatkan, dan tidak mau terlalu banyak diceramahi. Artinya, pendekatan kepada Gen Z lebih kepada bagaimana supaya mereka diberi pengetahuan tapi tidak digurui.

Baca Juga : Podcast Perdana KPU Nisel Paparkan Soal Tingkat Partisipasi Pemilih

Dengan pendekatan ini, Gen Z diharapkan dapat memahami bahwa keterlibatan dalam politik seperti Pemilu sangat penting. Sebab dengan terlibat di dalam Pemilihan Umum maka sebenarnya ini akan mengarahkan kemana negara ini dibawa.

"Dan kami sudah melaksanakan itu, bagaimana mengedukasi mereka secara langsung dengan menerapkan demokrasi dalam melakukan pemilihan BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa)," ungkap Dr. Rebecca Laiya. "Jadi ini sama dengan proses yang dilakukan KPU, dimulai dengan pembentukan Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa, dibuka pendaftaran siapa yang ingin mendaftar sebagai calon ketua dan calon wakil, kemudian juga ada prasyarat tertentu bagi mereka yang ikut itu salah satunya harus sudah pernah mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa."

Kampus UNIRAYA, tambahnya, juga turut mendukung upaya KPU Kabupaten Nias Selatan dalam meningkatkan partisipasi pemilih khususnya para mahasiswa di kampus tersebut. Selain menyampaikan pengetahuan tentang Pemilihan Umum diintegrasikan dalam mata kuliah umum seperti Pendidikan Pancasila, mahasiswa juga didorong untuk terlibat menjadi penyelenggara Pemilu.

"Karena kampus UNIRAYA bekerjasama dengan KPU Nias Selatan, jadi KPU Nias Selatan memberikan kami surat, pendaftaran menjadi petugas Pemilu seperti petugas KPPS dan lain-lain," ujarnya. "Dan banyak mahasiswa UNIRAYA yang terlibat.

Diakhir podcast, Dr. Rebecca Laiya menekankan agar Gen Z harus terlibat dan sangat perlu berpartisipasi dalam politik terutama pada Pemilihan Umum. Namun bukan hanya sekedar berpartisipasi, para Gen Z ini juga diharapkan bijak dalam memilih orang-orang yang layak menjadi pemimpin dimasa yang akan datang.

Sebab, pilihan tersebut akan mempengaruhi masa depan dan kehidupan mereka di masa yang akan datang. Sehingga Gen Z memerlukan ketelitian dalam memahami setiap informasi yang diterima.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....