Ini Strategi Pengembangan Cabor Voli Nias Selatan
- 05 Nov 2025 15:32 WIB
- Nias Selatan
KBRN, Nias Selatan: Voli merupakan salah satu cabang olahraga yang cukup diminati masyarakat Nias Selatan selain sepakbola dan bulu tangkis. Hampir setiap hari kita dapat menjumpai warga yang bermain voli di lapangan terbuka dan menjadi tontonan menarik bagi masyarakat sekitar.
Namun olahraga ini tidak hanya sekedar menjadi sebuah hobi. Voli juga dapat menjadi olahraga prestasi yang bila secara serius dibina, tentu akan mencetak atlet voli yang berkualitas.
Ketua PBVSI Kabupaten Nias Selatan, Aryanus Giawa mengatakan untuk menjadikan voli sebagai olahraga prestasi maka pihaknya harus memperkuat struktur pendukungnya terlebih dahulu. Pendukung yang dimaksud yakni para pelatih dan wasit.
“Planning kita pertama kerangkanya dulu, pelatih voli itu kita ciptakan,” ujarnya, Rabu (5/11/2025). “Caranya seluruh guru olahraga di Kabupaten Nias Selatan bisa mengikuti pelatihan pelatih supaya disetiap sekolah sudah ada pelatihnya.”
Sementara untuk wasit, lanjut Aris, perlunya pelatihan wasit di setiap kecamatan agar setiap kecamatan memiliki wasit yang berkompeten di cabang olahraga voli. Sebagai olahraga yang selalu dipertandingkan di kecamatan setiap Hari Kemerdekaan RI, menurutnya keberadaan wasit sering menjadi persoalan yang menimbulkan salah paham antara pemain dan penonton di lapangan.
“Kadang-kadang wasit ini jadi persoalan karena ketidak tahuannya akan peraturan yang ada maka jadi salah paham antara pemain dengan penonton yang ada di lapangan,” ungkapnya. “Maka perlu dilakukan pembaharuan dan ini juga harus disosialisasikan.”
Ia menambahkan, pembinaan atlet voli sejatinya dimulai sejak dini. Pasalnya olahraga voli tidak hanya mengandalkan teknik dan kerjasama namun juga memerlukan kekuatan fisik yang harus dilatih dari usia muda.
Selain itu, penyelenggaraan event yang rutin juga penting agar semangat terhadap kemajuan olahraga voli ini tetap terjaga. Pihaknya pun menargetkan agar pelaksanaan turnamen voli tingkat Kabupaten Nias Selatan dapat digelar minimal dua kali dalam setahun.
“Bagaimana supaya event tetap ada minimal dua kali setahun karena kebiasaan kita kalau ada event baru latihan,” ujar Aris. “Barangkali kalau ada tambahan (pertandingan) dari instansi-instansi kita ikutkan tapi khusus PBVSI wajib dua kali.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....