Warga Simuk Harapkan Kehadiran Listrik PLTS Komunal Terealisasi Awal 2027

  • 03 Okt 2026 16:56 WIB
  •  Nias Selatan

RRI.CO.ID, Nias Selatan - Kehadiran Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal di Kecamatan Simuk, Kabupaten Nias Selatan, diharapkan menjadi jawaban atas kebutuhan listrik masyarakat yang selama ini hidup dengan keterbatasan energi. Harapan itu kembali menguat setelah Wakil Bupati Nias Selatan, Yusuf Nache bersama pihak PLN meninjau lokasi pembangunan PLTS Komunal di wilayah tersebut pekan lalu.

Camat Simuk, Lisius Duha mengatakan, rencana pembangunan PLTS tersebut sebenarnya telah lama menjadi perhatian Pemerintah dan masyarakat setempat. Sebelumnya, pihak PLN juga pernah datang untuk melakukan survei lahan, namun kehadiran Wakil Bupati bersama PLN kali ini kembali membangkitkan antusiasme masyarakat terhadap harapan masuknya layanan listrik yang lebih memadai.

PLTS Komunal tersebut direncanakan dibangun di empat desa, yakni Desa Gobö, Desa Silina, Desa Maufa, dan Desa Gondia. Keberadaan pembangkit itu nantinya diharapkan dapat memenuhi kebutuhan listrik bagi Kecamatan Simuk yang berpenduduk lebih dari 2.000 jiwa.

"Sebelumnya pernah ada pembangunan PLTS dari Kementerian ESDM 2014 namun tidak bertahan lama karena setelah dibangun tidak tersedia struktur pengelolaan, petugas, maupun sistem pemeliharaan yang memadai. Sehingga dalam beberapa bulan fasilitas itu mengalami kerusakan dan pemanfaatannya bagi masyarakat juga sangat terbatas," kata Lisius Duha saat dikonfirmasi Jumat, 2 Oktober 2026.

Ia menerangkan, sebagian kecil warga yang memang memiliki kemampuan secara finansial terpaksa menggunakan genset pribadi untuk bekerja. Sementara masyarakat yang tidak memiliki kemampuan ekonomi untuk membeli dan mengoperasikan genset harus menghadapi keterbatasan aktivitas pada malam hari.

Kunker Wabup Yusuf Nache bersama PLN di Kecamatan Simuk, Kamis, 24 September 2026. (Foto: Kancam Simuk)

Menurut Camat Simuk, jika tidak ada aral melintang, pembangunan PLTS Komunal diharapkan dapat direalisasikan pada awal 2027. Berbeda dengan pembangkit sebelumnya, fasilitas yang baru direncanakan ini akan berada di bawah pengawasan PLN, termasuk pengelolaan dan pemeliharaannya, sementara masyarakat akan menggunakan listrik dengan sistem pembayaran sesuai pemakaian.

Selain mendukung aktivitas Pendidikan dan pelayanan masyarakat, ketersediaan listrik dinilai dapat membuka peluang ekonomi, seperti mendorong nelayan untuk melaut karena hasil tangkapan dapat disimpan atau dikirim ke Teluk Dalam maupun Tello. Disamping itu juga dapat membantu masyarakat yang bekerja sebagai tukang dengan penggunaan peralatan yang lebih efektif.

"Selama ini kan tukang di sini manual semua pakai tenaga. Jadi dengan adanya listrik nanti mungkin mereka bisa melakukan pekerjaan dengan mudah sehingga kehadiran listrik ini sangat besar manfaatnya," ungkap Lisius.

Sebelumnya, Wakil Bupati Nias Selatan bersama pihak PLN berkunjung ke Kecamatan Simuk untuk melihat langsung tapak pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal yang direncanakan melayani kebutuhan listrik masyarakat di Kecamatan tersebut, Kamis, 24 September 2026.

Ia menerangkan, pembangunan PLTS di tahun sebelumnya diakui masih terkendala karena berada dalam kawasan hutan lindung seperti yang berlokasi di Kecamatan Tanah Masa dan Pulau-Pulau Batu Utara. Namun pihaknya memastikan untuk wilayah Kecamatan Simuk tidak mengalami kendala serupa sehingga pembangunan PLTS dapat segera dilaksanakan setidaknya di awal tahun 2027.

Pertemuan bersama warga Simuk di Aula Katolik Santo Antonius, Kamis, 24 September 2026. (Foto: Kancam Simuk)

"Listrik ini dikelola oleh PLN bukan dikelola oleh masyarakat seperti yang kemarin. PLN yang invest, kemudian PLN yang mengoperasikan, tinggal masyarakat memakai, dan bayar kewajiban setiap bulan," ujar Yusuf Nache.

Selain listrik, Pemerintah Kabupaten Nias Selatan menurut Yusuf Nache juga saat ini tengah berupaya merealisasikan pembangunan SMA di Kecamatan Simuk yang selama ini hanya memiliki SD dan SMP. Menurutnya proses lelang pekerjaan telah selesai dilakukan sehingga pembangunan dapat segera dilaksanakan.

Begitu juga dengan rencana pembentukan Kampung Nelayan serta pembangunan Dermaga yang saat ini terus diupayakan oleh Pemkab Nias Selatan. Ia berharap usulan tersebut dapat direalisasikan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menghadirkan pembangunan yang merata untuk wilayah terluar Indonesia tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....