Babae, Bubur Kacang Tradisional Khas Nias Selatan

  • 17 Jun 2024 14:31 WIB
  •  Nias Selatan

KBRN, Nias Selatan: Salah satu makanan tradisional khas Nias Selatan yang sudah jarang ditemui adalah Babae. Makanan sejenis bubur kacang ini awalnya hanya disajikan pada acara adat, namun kini bisa dinikmati kapan saja.

Tahun 2017 lalu, Babae ditetapkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kemendikbudristek RI. Hal ini bertujuan melestarikan makanan tradisional yang hanya bisa kita jumpai di Nias Selatan.

Mengapa demikian? Karena bahan utama pembuatan Babae adalah Harita Fakhe, sejenis kacang yang mirip dengan kedelai, tetapi warnanya lebih putih. Uniknya, tanaman ini hanya bisa dijumpai di Nias Selatan.

"Sekarang sudah sulit mendapat Harita Fakhe, itu pun hanya dijual di pasar Pekan dan tidak semua daerah ada. Harganya juga cukup mahal, duapuluh ribu Rupiah per jumba (setara dengan satu setengah kilogram)," ujar Tarilai Dakhi, salah seorang ibu rumah tangga asal desa Hilisimaetano, Nias Selatan, Senin (17/6/2024).

Ibu yang biasa dipanggil Ina Novri ini menuturkan, untuk membuat Babae sebenarnya sangat mudah. Pertama-tama, Harita Fakhe direbus hingga lunak, kemudian ditiriskan dan direndam di air dingin. Setelah dingin, kulit kacangnya dibuang dan isinya ditumbuk.

Langkah selanjutnya adalah merebus santan. Agar lebih gurih bisa ditambahkan garam dan satu butir telur, lalu diaduk sampai tercampur. Setelah santan mendidih, masukkan Harita Fakhe yang telah ditumbuk secukupnya, sampai mendapat tekstur yang diinginkan.

"Kalau mau lebih enak dimakan, bisa ditaburi dengan potongan daging babi panggang. Jadi dijamin lebih mantap," ungkapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....