Dibalik Kemudahan Medsos, Remaja Hadapi Beragam Tantangan Psikologis
- 11 Jun 2026 00:16 WIB
- Nias Selatan
RRI.CO.ID, Nias Selatan - Salah satu fenomena yang sering terjadi dalam penggunaan media sosial adalah Fear of Missing Out atau FOMO. Secara sederhana istilah ini diartikan sebagai rasa cemas ketika merasa tertinggal dari tren yang sedang berkembang.
Kondisi ini membuat remaja terus-menerus memantau media sosial (medsos) demi mengikuti berbagai informasi terbaru. Sehingga ketika ini dibiarkan, bisa saja berpotensi menimbulkan kecanduan.
Hal ini diungkapkan Elsa Telaumbanua, mahasiswi Psikologi Universitas HKBP Nommensen Medan, yang saat ini sedang melakukan penelitian bersama rekan-rekannya terkait penggunaan medsos oleh mereka yang berusia 18-40 tahun. Elsa menilai media sosial saat ini dapat diibaratkan sebagai pisau bermata dua bagi kalangan remaja.
"Di satu sisi, media sosial memudahkan pengguna untuk memperoleh informasi dan menjalin komunikasi. Tetapi di sisi lain juga berpotensi menimbulkan kecanduan serta berbagai dampak negatif lainnya," kata Elsa saat diminta tanggapannya terkait Hari Media Sosial Nasional yang diperingati Rabu, 10 Juni 2026.
Ia menjelaskan, secara psikologis remaja masih berada dalam tahap perkembangan emosional yang cukup dinamis. Kondisi tersebut membuat mereka lebih rentan terhadap berbagai pengaruh yang muncul dari aktivitas di media sosial.
"Sebagian remaja cenderung mengukur rasa percaya diri berdasarkan jumlah likes atau respons yang diperoleh dari unggahan mereka. Jika tidak disikapi dengan baik, kebiasaan tersebut dapat memengaruhi self-esteem dan kesehatan mental remaja," ujarnya.
Dalam rangka memperingati Hari Media Sosial Nasional, Elsa membagikan sejumlah langkah sederhana untuk mengurangi ketergantungan terhadap media sosial. Seperti tidak menggunakan telepon genggam satu jam sebelum tidur, membatasi waktu penggunaan harian, serta mendahulukan penyelesaian tugas sebelum membuka media sosial.
Ia juga mengingatkan bahwa tidak semua informasi yang beredar di media sosial dapat dipercaya sepenuhnya. Sehingga diperlukan sikap kritis, kebijaksanaan dalam menyaring informasi, serta kesediaan untuk mencari sumber pengetahuan lain di luar media sosial sebagai bagian dari literasi digital yang bertanggung jawab.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....