Pakar Budaya Rumuskan Strategi Bawomataluo Raih Status UNESCO
- 13 Feb 2026 18:17 WIB
- Nias Selatan
RRI.CO.ID, Nias Selatan: Desa Adat Bawomataluo di Kabupaten Nias Selatan gelar Sosialisasi Kawasan Cagar Budaya yang digelar pada Jumat, 13 Februari 2026, langsung di jantung desa legendaris tersebut.
Acara yang mengusung tema "Langkah-Langkah Persiapan Kawasan Cagar Budaya Bawomataluo Menuju Nominasi World Heritage dari Sisi UNESCO" ini dihadiri oleh jajaran pejabat daerah, tokoh masyarakat, dan para pakar pelestarian budaya.
Dalam sambutannya, Kepala Bidang Pelestarian dan Pengelolaan Cagar Budaya Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Utara (Provsu), Rais Kari, AP.,MM., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam mengawal aset budaya Nias. Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas besarnya perhatian Gubernur Sumatera Utara dan Bupati Nias Selatan terhadap percepatan pembangunan serta pelestarian di Kepulauan Nias.
"Nias sebenarnya telah terdaftar dalam program UNESCO sejak tahun 2009. Kini, kita harus memperkuat sinergi agar status sebagai Warisan Dunia dapat segera terwujud secara penuh," ujarnya di hadapan peserta sosialisasi.
Sosialisasi ini menghadirkan narasumber kunci yang memaparkan langkah-langkah strategis agar Bawomataluo lolos dari penilaian ketat tim UNESCO.
Rahmat Gino Sea Games, ST, MT (Sekretaris TACB Sawahlunto/Pelaksana Harian Pengelola Situs Tambang Batubara Ombilin), Berbagi pengalaman sukses Sawahlunto sebagai Warisan Dunia serta menekankan pentingnya manajemen situs yang berkelanjutan.
Isnen Fitri, ST, M.Eng, PhD (Member of HeritAP/TACB Provsu), Menyoroti kriteria teknis pemeliharaan struktur fisik rumah adat (Omo Hada) dan pelestarian nilai-nilai takbenda yang harus tetap autentik.
Doni Prasetyo (Direktorat Diplomasi Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan), Memaparkan pentingnya diplomasi kebudayaan di tingkat internasional dan keselarasan dokumen nominasi dengan standar terbaru UNESCO.
Kegiatan ini bertujuan utama untuk mempromosikan kembali kekayaan intelektual dan arsitektur Bawomataluo agar mendapatkan pengakuan global. Pengakuan dari UNESCO diharapkan tidak hanya menjaga kelestarian budaya, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan ekonomi kreatif melalui sektor pariwisata berstandar internasional.
Pemerintah berharap masyarakat setempat terus menjaga marwah budaya Lompat Batu dan kearifan lokal lainnya, seiring dengan proses administrasi dan teknis yang tengah diupayakan oleh kementerian terkait.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....