Fenomena Suara Petir Menggelegar saat Cuaca Panas Terik

  • 30 Agt 2026 16:36 WIB
  •  Nias Selatan

RRI.CO.ID, Nias Selatan - Fenomena jatuhnya sambaran petir di tengah cuaca cerah atau yang populer disebut sebagai "petir di siang bolong" kerap memicu tanda tanya dan dianggap misterius oleh masyarakat. Secara ilmiah, peristiwa yang dalam dunia meteorologi dikenal sebagai bolt from the blue ini dapat dijelaskan secara rasional melalui mekanisme fisika atmosfer dan pergerakan muatan listrik.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa petir jenis ini tidak muncul dari udara kosong tanpa sebab. Sumber utamanya tetap berasal dari awan cumulonimbus raksasa yang berada di kejauhan, bahkan bisa mencapai jarak belasan kilometer dari lokasi jatuhnya sambaran. Awan cumulonimbus memiliki perbedaan potensial listrik yang sangat masif akibat pergeseran partikel es dan air di dalamnya.

Dalam kondisi tertentu, muatan listrik positif yang terkumpul di bagian puncak awan atau muatan negatif di bagian alas awan dapat terlepas dan merambat secara horizontal melalui saluran udara yang jernih. Saluran listrik ini menjalar keluar dari batas cakupan awan hujan dan akhirnya mencari jalur terdekat menuju permukaan bumi yang bermuatan netral atau berlawanan.

Karena rambatan horizontal ini terjadi di luar area hujan, wilayah yang tersambar seringkali mendapati cuaca yang tampak terang benderang tanpa ada rintangan awan mendung di atasnya. Kondisi inilah yang membuat masyarakat sering salah mengira bahwa petir dapat menyambar dari langit yang sepenuhnya bersih tanpa awan badai di sekitarnya.

Para ahli meteorologi terus mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati dan tidak mengabaikan potensi cuaca ekstrem, khususnya pada masa peralihan musim. Kewaspadaan di ruang terbuka tetap harus ditingkatkan meskipun kondisi cuaca lokal tampak aman dan bersahabat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....