Membangkitkan Budaya Fa'orasa di Maniamolo Fest 2026
- 15 Jun 2026 15:21 WIB
- Nias Selatan
Poin Utama
- Maniamolo Fest 2026 resmi dibuka, Minggu, 14 Juni 2026
- Pembukaan Maniamolo Fest diisi dengan pelaksanaan budaya Fa'orasa
- Fa'orasa diikuti oleh para Si'ulu dan Si'ila Desa Hilisimaetano
RRI.CO.ID, Nias Selatan - Event budaya Maniamolo Fest 2026 resmi dibuka oleh Bupati Nias Selatan, Sokhiatulo Laia, Minggu, 14 Juni 2026. Salah satu pertunjukan budaya yang baru ditampilkan pada kesempatan tersebut adalah Fa'orasa.
Fa'orasa merupakan sebuah acara adat dimana para Si'ulu (bangsawan) dan Si'ila (cendekiawan) dari sebuah Banua (kampung/Desa) berkumpul dan melakukan Orahua Hada (pembicaraan adat). Oleh karena itu, pada acara yang digelar di halaman Desa Hilisimaetano, Kecamatan Maniamolo tersebut, puluhan Si'ila dan Si'ulu duduk bersama-sama dengan masyarakat dan undangan untuk melengkapi Fa'orasa.
Masing-masing memakai pakaian adat khas Nias Selatan lengkap dengan aksesoris. Untuk Fa'orasa kali ini, tiga orang ditunjuk untuk memimpin yang terdiri dari satu orang Si'ulu dan dua orang Si'ila dan tiga orang lainnya menjadi Sanema Li (penyahut atau menyambut ucapan).
Si'ila Solare Maniamolo tampil sebagai pembicara pertama pada Fa'orasa tersebut dengan penyahut Si'ila Somasi Zato. Mengawali pembicaraan, ia menyapa (Mangowai) para Si'ila, Si'ulu dan undangan.

"Setiap tahun, Maniamolo Fest dilaksanakan dengan topik yang berbeda. Event ini digelar untuk melestarikan budaya Nias kepada generasi muda agar tidak terpengaruh dengan budaya asing," tuturnya memulai pembicaraan tersebut.
Para tamu dan pengunjung juga diminta untuk tidak segan-segan datang berkunjung ke Desa Hilisimaetano. Untuk itu ia meminta seluruh Si'ulu, Si'ila dan masyarakat Desa Hilisimaetano bertanggungjawab menjaga marwah Desa tersebut selama pelaksanaan kegiatan.
Kemudian Si'ila Tambali Tvuha melanjutkan pembicaraan dengan Si'ila Sanekhe Nahono sebagai penyahut. Ia menekankan pentingnya memberikan wejangan kepada para Pemuda Desa untuk menjaga kondusifitas kegiatan.
Ia menegaskan untuk membangun semangat dalam menjaga keamanan Desa, para Pemuda harus menaati tiga sumber aturan yang berlaku. Ketiga aturan tersebut adalah aturan Adat, aturan Pemerintah dan aturan Agama.

"Agar para Pemuda menjadi penyejuk dan menjaga keamanan, bukan menimbulkan permasalahan. Maniamolo Fest menjadi ajang untuk melombakan berbagai kegiatan budaya antar Desa agar tidak terlupakan dan tetap lestari," ungkapnya.
Fa'orasa ditutup oleh Si'ulu Tuha Samega Tano dengan penyahut Si'ila Sa'a Maria. Ia menyampaikan bahwa masih banyak budaya nenek moyang yang perlu digali dan dibangkitkan kembali.
"Harapan kami Maniamolo Fest dijadikan Peraturan Daerah sehingga memperkuat semangat kami dalam menggali dan melestarikan budaya. Semoga harapan ini bisa terwujud sebelum masa kepemimpinan Kepala Desa saat ini berakhir," ucapnya.
Maniamolo Fest 2026 merupakan event budaya yang selalu menghadirkan pertunjukan budaya lokal seperti Tari Perang Teatrikal, Famadaya Harimao, Lompat Batu dan sejumlah lomba bertema budaya Nias. Selain itu setiap tahun, Panitia menampilkan sesuatu yang unik sebagai ciri khas dan tema besar kegiatan.

Tahun ini, Maniamolo Fest mengangkat tema "Menjaga Warisan, Membangun Masa Depan". Tema ini dipilih dengan harapan dapat membangun kepedulian generasi muda dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal setempat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....