Kisah Dibalik Berdirinya SMA Swasta Bintang Laut, Ada Iman dan Harapan
- 03 Mei 2026 14:55 WIB
- Nias Selatan
RRI.CO.ID, Nias Selatan - Perjalanan SMA Bintang Laut Teluk Dalam untuk mencapai usia 25 tahun tidaklah mudah. Namun dengan keyakinan, ketekunan dan kerjasama menjadikan sekolah tersebut masih berjalan dengan baik dalam memberikan pelayanan Pendidikan bagi masyarakat.
Namun tahukah Anda, bahwa SMA ini pernah mengalami ujian berat di awal-awal beroperasi. Hal itu terungkap dalam orasi Pastor Metodius Sarumaha, OFMCap, salah seorang pendiri sekolah ini pada perayaan Pesta Perak SMA tersebut yang digelar Kamis, 30 April 2026 lalu.
Pasca mendapatkan izin operasional pada 16 Maret 2001, SMA Swasta Katolik Bintang Laut Teluk Dalam memulai kegiatan belajar untuk pertama kalinya pada 16 Juli 2001. Walaupun saat itu masih memanfaatkan gedung SMP Swasta Bintang Laut tetapi telah memiliki Tenaga Pengajar dan staf, dengan siswa angkatan pertama sebanyak 117 orang yang dibagi dalam tiga kelas.
Pembangunan gedung dilokasi dimana saat ini SMA tersebut berdiri ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Nias, Binahati B. Baeha, SH pada 3 Mei 2002. Gedung berlantai dua selesai dibangun pada 2003 dan mulai dipakai pada Januari 2004.
"Ternyata harus menghadapi ujian berat pada saat gempa besar 28 Maret 2005," kata Pastor Metodius. "Hasilnya beberapa bagian fondasi gedung patah dan banyak bagian gedung lainnya yang retak atau rusak."
Ia mengakui, kondisi ini sempat membuat pihaknya merasa sedih. Namun sabda Tuhan dalam Roma 5:3-4 mengingatkan mereka untuk tetap memiliki harapan dan iman.
Menimbang besarnya kesulitan untuk memperbaiki kerusakan, maka diputuskan untuk merobohkan gedung tersebut dan mengupayakan pembangunan gedung baru tetapi tidak bertingkat.
Untuk sementara waktu, kegiatan belajar mengajar dipindahkan ke SMP Bintang Laut. Dewan Pimpinan Ordo Saudara Dina Kapusin bersama pengurus Yayasan Santu Fidelis melalui Br. Martinian Grutzner OFMCap sekali lagi berupaya maksimal mencari donator yang bisa membantu untuk membangun gedung baru.
"Ternyata Tuhan tidak berhenti berkarya sehingga gedung baru bisa dibangun dengan bantuan para donatur yang mau mengulurkan tangan untuk membantu," ujarnya. "Pembangunan gedung baru langsung dipimpin langsung oleh Br. Martinian, misionaris Jerman anggota Ordo Kapusin Provinsi Sibolga.
Pembangunan gedung sekolah tersebut akhirnya selesai ditahun 2007 dan kegiatan belajar kembali dilaksanakan di lokasi SMA Swasta Bintang Laut hingga saat ini. Saat ini di sekolah tersebut tersedia 19 kelas, Labor IPA, Labor Komputer, Ruang Doa, Perpustakaan, Ruang Musik, Gudang, Toilet, Ruang Guru, Kepala Sekolah dan Tata Usaha dan dua kantin.
Dalam kurun 25 tahun, sekolah ini sudah menamatkan 2.843 lulusan. Sekolah ini juga pernah dipercayakan menjadi sekolah unggulan di masa pemerintahan Bupati Idealisman Dachi (2011-2016).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....