Rayakan Natal dengan Memasak Bahan Pangan Lokal

  • 20 Des 2025 23:07 WIB
  •  Nias Selatan

KBRN, Nias Selatan: Kemeriahan Natal sudah di depan mata. Meski dengan kesederhanaan, namun Natal tetap bermakna sukacita untuk menyambut kelahiran Yesus Kristus.

Berbagai cara dapat dilakukan untuk memeriahkan Natal. Misalnya dengan memanfaatkan pangan lokal sebagai hidangan yang dapat disajikan sembari merayakan Natal.

Mengolah bahan pangan lokal menjadi sajian yang lezat merupakan tema dari lomba memasak yang digelar Universitas Nias Raya atau UNIRAYA Nias Selatan dalam merayakan Natal 2025. Ubi, singkong, pisang dan sagu, menjadi bahan utama yang dipakai para peserta.

Kegiatan ini digelar pada Rabu (17/12/2025) lalu, di aula Kampus UNIRAYA. Awalnya, bahan pangan ini tampak biasa-biasa saja.

Namun ketika sudah diolah, aroma dan penampilannya menggugah selera seluruh mahasiswa dan dosen yang hadir menantikan selesainya lomba tersebut. Dari kreasi para peserta, hadirlah makanan yang nikmat meski dalam bentuk yang sederhana.

Ada kolak ubi, keripik singkong, hingga lepat ubi ungu. Ada juga makanan tradisional khas Nias seperti Gae Nitutu.

"Ini namanya Gae Nitutu," ujar Rut Trinitatis Waoma, mewakili Tim Prodi Bimbingan dan Konseling. Gae Nitutu, yaitu pisang rebus tumbuk yang dicampur kelapa muda parut.

Sementara itu, Tim Prodi Manajemen juga menghadirkan olahan sagu. Sagu diolah menjadi makanan tradisional Nias yang disebut Sagu Nibiniögö.

"Sagu dicampur dengan kelapa dan pisang lalu dihaluskan dan dicampur dengan parutan kelapa muda," tutur Meila Endang Karyani Giawa. Adonan tersebut kemudian dibungkus dengan daun pisang lalu dipanggang atau dibakar.

Makanan tradisional khas Nias Selatan lainnya adalah Saku Nilökha yang disajikan oleh Tim Prodi Bahasa Inggris. Menggunakan sagu sebagai bahan utamanya yang dimasak bersama santan dan gula merah.

Melalui lomba ini, tidak hanya sekedar memeriahkan perayaan Natal namun para mahasiswa diajak meneguhkan kecintaan terhadap warisan budaya leluhur. Kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan yang mempererat tali persaudaraan, menumbuhkan rasa bangga akan kuliner lokal, serta mendorong generasi muda untuk terus melestarikan tradisi di tengah arus modernisasi.

Dengan semangat Natal yang penuh kasih dan kebersamaan, lomba ini diharapkan menjadi inspirasi untuk terus menjaga nilai budaya dan memperkuat identitas Nias Selatan dari masa ke masa. Selain itu juga mengingatkan bahwa Nias Selatan memiliki kekayaan bahan pangan yang melimpah yang bisa diolah menjadi sesuatu yang bisa disantap bersama-sama dalam merayakan Natal.

Rekomendasi Berita