Cerita Pemecah Batu di Ganowo Saua, Nias Selatan

  • 12 Nov 2025 20:31 WIB
  •  Nias Selatan

KBRN, Nias Selatan: Aktivitas pemecah batu merupakan kegiatan yang dapat ditemui di sekitar ruas Jalan Nasional menuju Teluk Dalam, Nias Selatan. Salah satunya di kawasan Jembatan Saua desa Ganowo Saua, Kecamatan Teluk Dalam.

Pekerjaan ini biasanya sebagian besar dilakukan oleh para Ibu. Aktivitas ini dimulai sejak pagi hingga sore hari.

Salah seorang pemecah batu, Ina Elsona Zalogo, menuturkan sudah 15 tahun menjalankan pekerjaan tersebut. Hal ini ia lakukan untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

"Suami saya bertani, tapi itu masih belum cukup untuk biaya hidup sehari-hari," katanya kepada RRI, Rabu (12/11/2025). "Anak saya tiga, semuanya sekolah, jadi butuh banyak biaya."

Perempuan yang berasal dari desa Hiliganowo Salo'o ini menuturkan, satu hari ia bisa memecahkan batu sebanyak 5 karung kecil atau setara dengan 50-60 kilogram kerikil. Batu-batu itu ia kumpulkan dari sungai Saua di dekat lokasi tersebut.

Untuk satu karung (sekitar 10 kilogram) itu dijual seharga Rp3.000 saja. Batu yang sudah berubah menjadi kerikil kecil ini pun belum tentu laku dijual dalam satu hari itu.

"Yang ini saja sudah lama belum ada yang beli," keluhnya. "Nggak menentu, bisa laku dalam seminggu bisa juga sebulan bergantung siapa yang mau beli."

Harga ini sebenarnya cukup murah dibanding dengan resiko pekerjaan tersebut. Apalagi saat bekerja, para pemecah batu ini tidak menggunakan alat pelindung.

"Ini jari saya pada sakit semua," ungkap Ina Elsona. "Kadang juga luka, tapi mau bagaimana, sudah biasa."

Meski beresiko dan jumlah penghasilan yang tidak menentu, ia mengaku tetap melanjutkan pekerjaan tersebut. Ia hanya berharap nasib anak-anaknya bisa jauh lebih baik sehingga tidak perlu melakukan pekerjaan seperti itu.

"Mudah-mudahan Pemerintah bisa memperhatikan nasib anak-anak saya, misalnya dapat bantuan beasiswa atau bantuan pendidikan lainnya," katanya berharap. "Begitu juga bantuan bagi warga kurang mampu seperti kami, semoga ada perhatian juga."

Meski hidup penuh perjuangan, Ibu Ina Elsona tetap tegar dan tabah. Baginya, kerja keras adalah bentuk cinta untuk keluarganya.

Rekomendasi Berita