Korban Longsor di Na'ai, Nisel, Butuh Bantuan Pemerintah
- 26 Okt 2025 13:43 WIB
- Nias Selatan
KBRN, Nias Selatan: Sudah sepekan berlalu sejak rumah milik Arofaudu Baene, warga desa Na'ai Kecamatan Siduaori, Nias Selatan rusak diterjang banjir sungai Susua, Minggu (19/10/2025) lalu. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (18/10/2025) menyebabkan air sungai meluap dan menyebabkan longsor di titik tertentu.
Salah satunya adalah lokasi dimana rumah Arofaudu berdiri, tepatnya di pinggir jembatan Susua. Seluruh harta benda yang dimiliki pun hanyut terbawa arus banjir.
Pria yang akrab dipanggil Ama Viki Baene ini masih mengungsi di rumah kerabat terdekat. Bersama istri dan kelima anaknya, saat ini mereka hanya menunggu bantuan dari pihak manapun yang tergerak hatinya.

Dari atas jembatan Susua, kita dapat menyaksikan kondisi rumah Ama Viki Baene yang rusak akibat longsor. (Foto: RRI/Anoverlis)
Ditemui RRI di lokasi, istri korban, Timeria Laia atau Ina Viki Baene menuturkan kronologi kejadian. Ia mengungkapkan, peristiwa itu terjadi begitu tiba-tiba sehingga yang terpikir saat itu hanyalah menyelamatkan diri.
"Sebenarnya pagi itu saya mau ke Gereja, tapi karena hujannya deras, saya khawatir karena ada anak-anak di rumah," ujarnya, Jumat (24/10/2025). "Pas banjir, air sudah tinggi, rumah ambruk dan kami lari keluar."
Timeria mengungkapkan ia tidak pernah menyangka musibah itu akan menimpa keluarganya. Selama sepuluh tahun tinggal di lokasi tersebut, baginya ini adalah banjir terbesar yang pernah ia saksikan.
"Tidak pernah terjadi seperti ini makanya berani membangun rumah disini," ujarnya. "Waktu itu tanahnya ini masih jauh disana (lebih lebar) makanya kami berani membangun."

Timeria Laia (Ina Viki Baene) menceritakan kronologi kejadian. (Foto: RRI/Anoverlis)
Keluarga Butuh Bantuan Tempat Tinggal Darurat
Meski ia dan keluarganya selamat, peristiwa itu masih meninggalkan trauma mendalam bagi dirinya. Ia mengaku tidak ingin lagi tinggal di lokasi itu.
“Terserah di mana dikasih (lokasi rumah),” katanya pasrah. Ia berharap lokasi tempat baru mereka nanti direlokasi ke daerah yang lebih aman.
Pasca kejadian, mereka hanya bisa berharap ada bantuan yang datang. Sang suami yang sehari-hari bekerja sebagai petani sawah ini belum mampu mengumpulkan uang yang cukup untuk membangun kembali rumah tersebut.
Uluran tangan dan orang-orang yang tergerak hatinya sangat mereka butuhkan. Terutama agar mereka bisa mendapatkan hunian yang layak dan beraktivitas seperti biasa.
"Waktu hari Selasa (21/10/2025), Bupati Nias Selatan sudah datang meninjau," kata Ina Viki. "Lalu hari Rabu (22/10/2025), Kapolres juga datang dan membawa bantuan."
Ia mengaku sangat berterimakasih atas kunjungan dan bantuan yang diberikan. "Semoga kami bisa mendapat perhatian dari Pemerintah," katanya berharap.

Noverius Sadawa, Ketua Investigasi LSM Gempur (Gerakan Pemantau Aparatur Negara). (Foto: RRI/Anoverlis)
Sementara itu, Noverius Sadawa, Ketua Investigasi LSM Gempur (Gerakan Pemantau Aparatur Negara) mengapresiasi gerak cepat dari Pemkab Nias Selatan untuk meninjau lokasi longsor. Menurutnya Pemerintah Daerah telah menunjukkan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat.
Ia menuturkan, setelah ia melaporkan kondisi tersebut, Tim PUTR Bina Marga Nias Selatan bersama Kapolres Nias Selatan, AKBP Ferry Mulyana Sunarya, S.I.K., M.H., turun untuk meninjau lokasi pada Senin (20/10/2025). Kemudian Bupati Nias Selatan, Sokhiatulo Laia, pada Selasa (21/10/2025) juga langsung turun ke lokasi dan berbincang bersama keluarga korban longsor serta masyarakat sekitar.
"Kami mengapresiasi Bupati, Dinsos, PUTR dan Polres Nias Selatan atas gerak cepat dalam meninjau lokasi dan mengunjungi korban," ungkapnya. "Hal ini menunjukkan Pemerintah hadir untuk masyarakat, bukan hanya sekedar duduk dibalik meja."
Noverius mengemukakan, Bupati Nias Selatan telah menyampaikan bahwa Pemkab Nias Selatan akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengatasi kondisi ini. "Semoga secepatnya rumah korban bisa dibangun dan juga di sisi sungai dibangun bronjong atau TPT (Tembok Penahan Tanah) untuk mencegah longsor," katanya mengakhiri.
Ia berharap, langkah penanganan longsor tersebut segera terealisasi guna mencegah bertambahnya kerugian materil serta resiko meluasnya longsor yang bisa mengganggu mobilitas masyarakat. Begitu juga bantuan untuk Ama dan Ina Viki Baene, ia meminta Pemerintah Daerah, DPRD, instansi terkait maupun masyarakat dapat memberi perhatian agar keluarga tersebut mendapatkan tempat tinggal yang layak.