Pemanfaatan Medsos Buka Peluang Besar Bagi UMKM Jangkau Pelanggan yang Lebih Luas

  • 11 Sep 2026 18:15 WIB
  •  Nias Selatan

RRI.CO.ID, Nias Selatan - Media sosial menjadi salah satu faktor penting dalam perjalanan usaha rumahan Edak Tigan milik Ananda Tarigan di Teluk Dalam, Nias Selatan. Berawal dari membagikan resep dan aktivitas memasak, ia kemudian memanfaatkan Facebook Pro untuk memperkenalkan produk makanannya kepada calon pelanggan.

Ia mengaku telah memiliki kebiasaan membuat konten sejak masa kuliah, meski saat itu belum secara khusus membangun personal branding sebagai pelaku usaha kuliner. Setelah menikah dan menetap di Nias Selatan, ia mulai mengarahkan kontennya pada aktivitas memasak hingga akhirnya berkaitan dengan usaha Edak Tigan.

“Awalnya dari awal kuliah sih udah, tapi mulai bangun personal branding-nya soal masak-masak Edak Tigan itu pas udah menikah di sini,” kata Ananda saat ditemui, Jumat, 11 September 2026. Konten yang dibuatnya tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan produk dan membangun kedekatan dengan audiens.

Menurutnya, pengaruh media sosial terhadap usahanya sangat besar karena sebagian besar pelanggannya justru merupakan orang yang sebelumnya tidak ia kenal. Bahkan, banyak pelanggan yang membeli produknya tidak memiliki hubungan pertemanan dengannya di Facebook.

“Sangat-sangat besar kak, karena jujur dari semua pelanggan yang beli sama saya, saya nggak kenal,” ujarnya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa media sosial dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi usaha rumahan tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pelanggan dari lingkungan sekitar.

Selain memasarkan produk, Ananda juga menggabungkan aktivitas berjualan dengan membuat konten. Ia melihat strategi tersebut sebagai cara untuk mendapatkan lebih dari satu sumber pendapatan dari aktivitas yang sama.

“Kalau jualan pasti dapat duit, ya kan. Tapi kalau kita bisa menghasilkan dua sumber cuan dari satu pekerjaan, kenapa tidak?” kata Ananda. Dari aktivitas membuat konten di Facebook Pro, ia juga memperoleh penghasilan tambahan di luar keuntungan penjualan makanan.

Baginya, membuat konten bukan sekadar strategi bisnis karena aktivitas tersebut memang menjadi bagian dari hobinya. Ia mengaku menyukai proses kreatif seperti mengambil gambar, merekam video dan melakukan penyuntingan konten.

“Hobi, kak. Kalau saya, nggak tahu ya kak, saya ini orang yang suka seni, jadi dari proses editing, take video, photographer, saya suka,” tuturnya. Perpaduan antara hobi memasak, membuat konten dan berjualan tersebut kemudian menjadi kekuatannya dalam mengembangkan Edak Tigan.

Ananda menilai pelaku UMKM dapat memanfaatkan media sosial sesuai kemampuan masing-masing untuk memperkenalkan produk sekaligus membangun identitas usaha. Menurutnya, konsistensi membuat konten dan membangun personal branding dapat menjadi modal penting bagi usaha kecil untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....