Membuat Batu Bata Merah, Begini Prosesnya

  • 22 Apr 2026 15:52 WIB
  •  Nias Selatan

RRI.CO.ID, Nias Selatan - Batu bata merah merupakan salah satu bahan bangunan yang masih bertahan hingga saat ini. Ketersediaan bahan baku dan permintaan pasar yang stabil menjadi faktor mengapa usaha tersebut dipilih oleh warga.

Namun, untuk mendapatkan sebuah batu batu yang berkualitas, membutuhkan proses yang cukup panjang. Secara umum, prosesnya dimulai dengan pencetakan, pengeringan dan pembakaran.

"Bahan baku berupa tanah liat dikeruk dan dikumpulkan lalu ditumpuk dekat mesin percetakan," tutur Fredo Duha, salah seorang pelaku usaha batu bata merah di Desa Hilionaha, Kecamatan Onolalu, Kabupaten Nias Selatan, Rabu 22 April 2026. "Mesin pencetak dinyalakan, lalu tanah liat tadi dimasukkan kedalam mesin, nanti akan keluar dalam bentuk balok panjang kemudian dipotong."

Proses pembuatan batu bata kemudian dilanjutkan ke tahap pengeringan. Tahap ini membutuhkan waktu hingga beberapa hari bahkan dua minggu bergantung kondisi cuaca.

Tahapan ini menurut Fredo, cukup penting dalam menentukan kualitas batu bata. Caranya dengan menyusun batu bata berselang seling dan berjarak untuk mempercepat pengeringan.

"Terakhir, batu bata yang sudah kering dibakar hingga berwarna merah," kata Fredo. "Kalau batu batanya diketuk dan bunyi, itu tandanya batu batanya berkualitas dan siap pakai."

Penggunaan mesin pencetak batu bata juga menurutnya sangat mendukung kualitas produk tersebut. Dibanding pencetakan secara manual yang membutuhkan air dan hasilnya lebih lembek, mesin pencetak dapat membuat potongan batu bata menjadi lebih padat dan presisi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....