Strategi Sederhana di Balik Bertahannya Usaha Batu Bata di Nias Selatan
- 22 Apr 2026 15:49 WIB
- Nias Selatan
RRI.CO.ID, Nias Selatan – Ketersediaan bahan baku pembuatan batu bata di Pulau Nias menjadikan usaha yang satu ini masih bisa bertahan. Selain itu, pembangunan infrastruktur yang terus menerus menjadikan produk bahan bangunan tetap dibutuhkan sepanjang waktu.
Namun seperti kata pepatah, untuk bisa bersaing dengan usaha sejenis, pemilik usaha batu bata harus memiliki strategi tersendiri. Misalnya dengan menjaga kualitas dan pelayanan kepada pembeli.
“Harga jualnya murah tetapi kualitas tetap kita jaga,” ungkap Fredo Duha, salah seorang pemilik usaha batu bata di Desa Hilionaha, Kecamatan Onolalu, Kabupaten Nias Selatan, Rabu 22 April 2026. “Kita juga harus menjaga relasi yang baik dengan orang karena bagaimana orang mau merekomendasikan produk kita kalau pelayanan tidak bagus.”
Khusus di wilayah Nias Selatan, lanjut Fredo, usaha ini masih belum banyak digeluti oleh warga. Sehingga secara bisnis, usaha pembuatan batu bata masih sangat menjanjikan.
Tidak hanya untuk dirinya, kehadiran usaha tersebut juga memberikan dampak positif bagi warga sekitar, utamanya anak usia sekolah. Pasalnya, ia membutuhkan kayu bakar dan tenaga tambahan untuk memuat batu bata ke transportasi pengangkut.
“Misalnya mengumpulkan kayu bakar atau menyusun batu bata di truk,” ujarnya. “Pasti mereka semangat kalau sudah selesai bekerja dikasih uang jajanlah istilahnya.”
Ia menambahkan, untuk satu kali proses pembakaran, ia dapat mengeringkan hingga 20.000 batu bata. Biasanya ia membutuhkan waktu antara dua hingga tiga minggu untuk menyelesaikan pembuatan batu bata sebanyak itu.
Iapun memastikan hanya akan menjual batu bata yang berkualitas. Tandanya, diproses akhir, batubata akan berubah warna menjadi kemerahan dan menghasilkan bunyi saat diketuk.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....